Kisah Kisah Kita

Showing posts with label Cerita motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita motivasi. Show all posts

Wednesday, December 17, 2014

SO, DON'T QUIT!

Di dalam kehidupan ini, Tuhan telah menyediakan begitu banyak kesempatan yang dapat kita pergunakan. Ada beberapa orang yang menganggap remeh tindakan yang harus diambil dan juga usaha yang harus dibayar, namun pada akhirnya menyesal karena tidak melakukannya. Hanya sedikit orang yang mempunyai keyakinan dan iman sambil terus bekerja sampai ia mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Kehidupan yang selama ini ia impikan.

Winston Churchill, perdana menteri Inggris yang sangat dikenal, pernah tinggal kelas pada saat kelas enam sekolah dasar. Steven Spielberg dikeluarkan dari sekolah menengah atas dan tidak pernah kembali ke bangku sekolah. Bahkan sempat ditawarkan masuk sekolah luar biasa. Albert Einstein mendapatkan angka-angka yang jelek pada waktu bersekolah sampai-sampai gurunya meminta dia untuk berhenti sekolah karena dinilai tidak akan berhasil. Tokoh-tokoh besar tersebut mempunyai catatan yang mungkin lebih buruk daripada kita, namun kegagalan itu membuat mereka bangkit dan berhasil, karena karakter mereka yang pantang berhenti.

Seringkali komitmen terhadap sukses yang ingin diraih diuji oleh tantangan kehidupan. Sikap pantang menyerah adalah salah satu yang jelas membedakan antara sang juara dan sang pecundang. Kegagalan sering kali menghantui, sehingga kita tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Tapi percayalah, apa pun hasilnya pasti lebih baik dibandingkan jika kita menyerah. So, don't quit!

SEORANG JUARA ADALAH KETIKA IA MAU BANGKIT DARI SETIAP KEGAGALANNYA.


Source : Renungan Harian kita

Tuesday, November 25, 2014

KEKUATAN PIKIRAN DAN PERKATAAN

Mari kita renungi, mungkin sering kita ucapkan atau setidaknya kita sering mendengar suatu ungkapan. Ungkapan tersebut berbunyi : “Ah, uang dari mana untuk membelinya?” Perkataan ini keluar saat orang tersebut merasa tidak punya uang untuk membeli kebutuhannya. Ada juga yang mengatakan, “Bukannya tidak mau mengkuliahkan anak, tetapi uang dari mana?” Dan berbagai ungkapan senada lainnya. Apakah ini menjadi masalah?
 

Tentu saja. Ada beberapa implikasi dari ungkapan ini yang sebenarnya tidak baik untuk keberhasilan kita. Jika terus saja kita mengucapkan kalimat seperti ini, bisa jadi akan menghambat keberhasilan kita dalam hidup.
 

Pertama , kita mendahului ketentuan Tuhan. Kata siapa kita tidak akan punya uang terus? Boleh saja kita tidak memiliki uang saat ini, tetapi bukan berarti tidak akan punya uang selamanya. Bisa saja besok atau lusa kita akan mendapatkan uang. Bisa saja Tuhan sudah merencanakan rezeki buat kita, kita tidak pernah tahu.
 

Kedua , jika dilihat dari segi Hukum Daya Tarik, kalimat tersebut tidak mencerminkan proses penerimaan. Bagaimana Anda bisa menarik apa yang Anda inginkan jika Anda tidak dalam kondisi menerima?
 

Ketiga , melemahkan motivasi. Jika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak akan mendapatkannya maka kita akan kehilangan motivasi untuk mendapatkan keinginan kita. Meskipun, Anda boleh berkata bahwa itu hanya basa basi, tetapi pikiran bawah sadar kita tidak mengetahui apakah itu basa basi atau serius.
 

Ungkapan tersebut sama dengan kita mengubur harapan kita sendiri. Meski hanya sebagian harapan kita yang terkubur, tetap saja memberikan kontribusi dalam mengurangi motivasi diri kita.
 

Mulai sekarang, marilah kita lebih memperhatikan apa yang kita katakan. Ucapan, perkataan, perbincangan, dan pikiran kita mempengaruhi keberhasilan kita. Sadar atau tidak sadar, tetapi hal ini terjadi. Alangkah baiknya jika kita ganti dengan kata-kata yang lebih positif.
 

Misalnya: Suatu saat saya pasti akan mendapatkannya, saya yakin saya akan bisa membelinya, dan berbagai kalimat positif lainnya yang memberikan harapan positif kepada kita.

PIKIRAN SERTA UCAPAN KITA BENAR-BENAR SANGAT KUAT, KARENA ITU KITA HARUSLAH WASPADA SAAT BERBICARA. SEMAKIN BERHATI-HATI KITA BERBICARA MAKA AKAN SEMAKIN BAIK.

Source : http://inmotivasi.blogspot.com

Tuesday, August 19, 2014

GAGAL DAN BANGKIT LAGI

Pada suatu sore, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia terlihat berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu. Sebentar sebentar, ia tertunduk dan menghela nafas panjang. Kegiatan itu diulangnya berkali-kali, seakan dia tidak tau apa yang hendak dilakukannya.

Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat ia duduk. Dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting dan menumpahkan rasa kekesalannya pada sarang laba-laba itu. Maka, sarang itu pun dirusak tanpa ampun.

Seusai melepaskan kejengkelannya, perhatian pemuda itu teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit, atau ia akan kembali membuat sarangnya di tempat lain? Rasa penasaran itu rupanya segera mendapatkan jawaban. Tak lama, si laba-laba tampak kembali ke tempatnya semula. Laba-laba itu mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat. Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan tanpa kenal lelah laba-laba itu kembali menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.

Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si laba-laba. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah sarangnya dirusak untuk kedua kalinya?

Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali mulai dari awal. Dengan bersemangat, merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, laba-laba itu memintal membuat saran sedikit demi sedikit.

Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun sarang yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, telah membuka kesadaran si pemuda.

Hal itu menimbulkan perasaan malu dirinya. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Maka, melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, “Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!” Segera, si pemuda bangkit, dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.

SELAMA KITA MASIH MEMILIKI TUJUAN YANG MENGGAIRAHKAN UNTUK DICAPAI, TIDAK PANTAS KITA PATAH SEMANGAT DI TENGAH JALAN, KARENA DALAM KENYATAANNYA, TIDAK ADA SUKSES SEJATI YANG TERCIPTA TANPA MELEWATI KEGAGALAN.

Source : Buku 18 Wisdom & Success - ANDRIE WONGSO

Wednesday, May 7, 2014

PIKIRAN POSITIF

Katakan anda akan melakukan blind-date. Anda mendengar hal-hal yang baik tentang orang yang hendak anda temui. Ketika anda mendekatinya, anda tersenyum karena anda berharap kalian dapat saling menyukai. Senyuman anda membuat dia merasa tenteram, dan sekarang ia pun memiliki harapan yang sama. Ia balas tersenyum, lalu kencan anda berjalan lancar.

Bayangkan jika dari awal anda memiliki ekspektasi kurang baik, dan anda menemui dia dengan menampakkan kerutan di dahi dan tatapan tidak tertarik. Kalau sudah begitu, tidak heran jika blind-date anda akan berantakan, walaupun sebenarnya anda berdua bisa saja cocok. Nampaknya, ini seperti hal biasa saja, hanya senyuman, tapi itulah keindahannya. Pikiran positif cenderung mengarah pada hasil positif. Itulah yang disebut dengan self-fulfilling prophecy, yang berarti terjadilah seperti yang anda imani.

Kalau anda takut mengalami sesuatu, kekhawatiran akan sesuatu, justru itu yang akan terjadi. Karena sadar atau tidak, anda akan melakukan tindakan yang negatif, manifestasi dari pola pikir dan perasaan negatif itu. Tindakan yang negatif sudah tentu akan membawa hasil yang negatif. Hasil negatif akan direspons negatif oleh orang lain. Hal itu hanya akan merugikan diri anda sendiri. Semoga pelajaran yang saya dapat dari sebuah situs ini bisa mengingatkan kita untuk lebih waspada terhadap apa yang kita pikirkan. Terutama di saat kita mulai merasa kuatir.

ANDA ADALAH APA YANG ANDA PIKIR!


Source : Renungan Harian Kita

Thursday, May 17, 2012

HIDUP ITU CUMA HARI INI

Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras, sambil suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.

Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil berkata,

"Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku. Ada sesuatu yang penting?"

Pemuda menjawab, "Ampun guru, maafkan saya terpaksa mengganggu tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan."

Si guru kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan pemuda itu pun segera menceritakan kegundahannya, yakni semalam dia bermimpi dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul perasaan takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaikat benar-benar datang kepadanya.

Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya,

"Guru, kapan kematian akan datang kepada manusia?"

Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku. Kematian adalah rahasia Tuhan".

"Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini,” desak si murid.

"Baiklah. Sebenarnya rata-rata manusia meninggal pada usia 70 sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut."

Merasa tidak puas dia kembali bertanya, "Jadi, umur berapakah manusia pantas untuk mati?"

Sambil pandangannya menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu, manusia semakin tua dan kapan pun bisa mengalami kematian".

Si murid bertanya terus, "Lalu, bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"

”Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan. Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti??”

Dengan wajah gembira si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. Saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini, sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru."

Iya..hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari esok belum datang.

Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagiaan bagi setiap orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh totalitas! Sekali lagi, Hiduplah Saat Ini!

YESTERDAY IS HISTORY..TOMORROW IS A MISTERY..TODAY IS A GIFT. ~Eleanor Roosevelt

Source       : indowebster.web.id (happybratboy)
Picture by  : randomthoughtsonlifeblog.com

Monday, April 30, 2012

FIND AND SEE

Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung. Tetapi di kota Monterey, California hal seperti ini tidak terjadi. Di kota ini, burung-burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan, karena banyak sekali pabrik-pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan-ikan yang berserakan.

Tetapi hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis, dan pabrik-pabrik pengalengan mulai tutup, burung-burung tersebut mengalami kesulitan. Karena sudah bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan-ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati.

Para pencinta lingkungan hidup berusaha keras untuk menyelamatkan mereka. Berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah. Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung-burung pelikan dari daerah lain, yaitu pelikan-pelikan yang berburu ikan setiap hari. Pelikan-pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan-pelikan setempat. Hasilnya luar biasa.

Pelikan-pelikan baru tersebut dengan segera berburu ikan dengan giatnya, perlahan-lahan pelikan-pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga. Akhirnya pelikan-pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.

Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia menjelaskan bahwa manusia belajar sesuatu dari panca inderanya. 1% dari rasa, 1½ % dari sentuhan, 3½ % dari penciuman, 11% dari pendengaran, dan 83% dari pengelihatan.

John C Maxwel, seorang pakar kepemimpinan dalam sebuah surveinya membuktikan bahwa, “Bagaimana seorang menjadi pemimpin?” 5% akibat dari sebuah krisis, 10% adalah karunia alami, dan 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.

JIKA KITA INGIN SEMAKIN MAJU..MAKA SALAH SATU CARA TERBAIK ADALAH DENGAN BERGAUL DENGAN ORANG-ORANG YANG BERPRESTASI YANG BISA KITA TEMUI.  PERHATIKAN CARA MEREKA BEKERJA..LIHAT HIDUP MEREKA..PELAJARI CARA BERPIKIR MEREKA..DAN LIHAT BAGAIMANA MEREKA MENGAMBIL KEPUTUSAN-KEPUTUSAN PENTING DALAM HIDUP MEREKA.

Source      : jampitoe.wordpress.com
Picture by : nothinglikeaustralia.com

Tuesday, April 10, 2012

HOW TO BRING CHEER TO OTHERS

Di saat kita sedang mengalami kejenuhan, bosan, suntuk atau bahkan mengalami masalah yang berat, sering kali kita membangun tembok-tembok yang tinggi bertuliskan “DO NOT DISTURB” (Jangan Mengganggu).

Tentu saja, teman-teman dan keluarga kita bisa melihat tembok itu dengan jelas, karena tulisan tersebut melekat pada wajah kita. Dan kita juga menjadi pribadi yang tidak mau peduli dengan sekitar kita. “EGP! Tidak peduli! Saya juga sedang ada masalah!” Begitulah pembelaan yang sering kita lontarkan.

“Saya butuh dihibur!” atau “Saya jenuh, tetapi tidak ada yang peduli pada saya!”

Pertanyaannya, bagaimana orang bisa mendekati kita di saat kita tetap memperlihatkan duri di punggung kita seperti landak yang siap menyerang? Dengan tembok-tembok yang bertuliskan “Dο Nοt Disturb!”? Melihat wajah kita yang sedang stres, marah, tidak ada senyum, tentu mereka sudah ketakutan atau menjaga jarak.

Seringkali kita menuntut orang-orang untuk mengerti kondisi kita, perhatiаn dengan kita karena kita terlalu mengasihani diri sendiri (“Saya kan sedang ada masalah, hidup saya susah,” dan sebagainya). Loh, memang yang punya masalah hanya kita sendiri? Semua orang pasti punya masalah.

Dan egoisnya manusia, di saat dia sedang mengalami masalah, di saat dia sedih, dia akan mengatakan, “Bagaimana saya bisa menghibur orang lain, sedangkan diri sayalah yang butuh dihibur?” atau “Bagaimana saya bisa berbagi, sedangkan saya sudah tidak punya apa-apa lagi?”

Beberapa hari yang lalu, saya merasa jenuh dan lelah sekali dengan rutinitas saya. Lalu, saya berpikir untuk mе-nonaktifkan BBM saya. Tetapi, saya tidak melakukannya. Saat malam tiba, saya baru saja ingin beristirahat.

Tiba-tiba, satu per satu teman saya mengirimkan BBM dan meminta waktu saya untuk mendengarkan curhatan mereka, ada yang merasa kesepian, ada yang merasa jenuh. Saya pun dengan sabar membaca BBM mereka, lalu, menarik nafas dalam-dalam, dan tersenyum, dan membalas BBM mereka dengan memberikan semangat kepada mereka.

Setelah itu, mereka mengucapkan terima kasih atas waktu dan semangat yang saya berikan kepada mereka. Mereka memberikan icon ‘tersenyum’. Saya tidak membantu mereka menyelesaikan masalah, tetapi saya mencoba untuk menghibur mereka, bahwa segalanya akan baik-baik saja. Lalu apa yang terjadi?

Wah..saya yang tadinya juga merasa jenuh dan tidak semangat, seolah dikembalikan semangatnya dua kali lipat. Mereka mengucapkan terimakasih berkali-kali. Saya tidak merasa berbuat apa-apa, tidak membantu apa-apa. Saya hanya memberikan waktu untuk mendengarkan mereka. Terkadang, tanpa kita sadari, sekecil apapun yang kita lakukan untuk orang lain, itu sangat berarti bagi mereka.

Mungkin teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama dengan pengalaman saya ini. Semoga kita selalu belajar untuk berbagi dalam kondisi apapun, karena apa yang kita bagikan akan dikembalikan kepada kita, bahkan dilipatgandakan.

THE BEST WAY TO CHEER YOURSELF IS TO TRY TO CHEER SOMEONE ELSE UP.  
– Mаrk Twain

Source        : topmotivasi.com
Picture by   : birdysays.blogspot.com

Monday, April 9, 2012

MY PATH LEADS TO TIBET

Ketika usianya 2 tahun, orangtua Sabriye Tenberken menemukan kenyataan bahwa penglihatan anaknya pelan-pelan berkurang. Kemampuan melihat anak perempuan ini terus memburuk. Dan mereka tahu, suatu saat anaknya pasti akan buta oleh suatu penyakit yang mereka tak tahu.

Sebelum penglihatannya benar-benar hilang kedua orangtuanya mengajak Sabriye pergi ke museum, bertamasya ke sejumlah tempat yang dipenuhi aneka warna, dan sebagainya. Maksud orangtuanya, agar ia bisa menyimpan memorinya dengan begitu indah. Saat usianya menginjak 13 tahun Sabriye benar-benar mengalami kebutaan. Tetapi, "Saya punya banyak rekaman visual yang tersimpan di kepala," katanya suatu ketika.

Sabriye yang lahir di Cologne, Jerman tahun 1970, sekolah di sebuah sekolah bergengsi khusus untuk kalangan tunanetra. Meski begitu sekolahnya mengajarkan hidup normal bagi para muridnya. Misalnya, diajarkan juga bagaimana mengendarai kuda, bermain ski, cross-country, kayak, dan sebagainya. Tentu saja sebatas yang aman bagi mereka.

Suatu kali ia mengunjungi Nepal bersama ibunya. Dari sana ia mengunjungi Tibet untuk beberapa saat. Meski sebentar saat di Tibet ia menemukan kenyataan bahwa orang buta di sana, menurutnya, diperlakukan seperti orang terkutuk, diasingkan seperti penderita lepra. Mereka tak disediakan tempat belajar, hidupnya terkurung di dalam kamar, sendirian, tanpa pendidikan, tanpa hiburan, dan tanpa pelatihan keterampilan tertentu.

Pengalaman singkat itu begitu membekas di hatinya dan membangkitkan keinginan luar biasa untuk mengajar anak-anak buta Tibet. Ia berharap, anak-anak buta di Tibet juga suatu saat kelak bisa memiliki kehidupan penuh, tidak malu atau merasa cacat. Mereka seharusnya bisa hidup sepenuhnya seperti dirinya.

Setelah lulus SMA Sabriye melanjutkan sekolah ke Bonn University dan mengambil bidang studi tentang kebudayaan Asia Tengah. Ia juga belajar kebudayaan bangsa Mongol, China modern, dan Tibet, terutama sosiologi dan filosofinya. Ia belajar bahasa Tibet karena keinginan kuatnya pergi ke sana lagi.

Di universitasdi program tersebut dialah satu-satunya yang buta. Dan karena itu ia merasa kesulitan mencari literatur tentang Tibet yang sudah ditulis dalam tulisan Braille. Untuk itu ia harus bekerja keras membuat sistem sendiri dalam tulisan Braille. Tak hanya itu, ia juga menggagas membuat tulisan Braille dalam tulisan Tibet. Sistem Braille untuk tulisan Tibet ini selesai ia buat pada tahun 1992.

Tahun 1997 ia sendirian pergi ke Tibet untuk melakukan observasi kira-kira apa yang harus ia lakukan untuk mewujudkan niatnya itu. Tahun 1998 ketika ia kembali ke Tibet ia mendirikan pusat pendidikan untuk orang buta di Lhasa, ibukota Tibet. Pusat pendidikan ini diawali dengan lima orang anak tunanetra dan Sabriye sendiri yang mengajar. Namun lama-lama ia bisa mendidik murid-muridnya untuk kemudian jadi guru di sana.

Kegiatan itu bukan tanpa rintangan. Pada awalnya ia dianggap mengambil keuntungan dari orang-orang buta di Tibet. Namun lama-lama orang memahami bahwa apa yang dilakukannya hanya karena ingin membuat orang buta di Tibet menjalani hidup lebih layak.  

Kini Sabriye tak hanya menggagas pendidikan kaum buta di Tibet tapi juga di seluruh dunia. Apalagi setelah ia mendirikan lembaga bernama Braille Without Borders pada tahun 2002.
  
WHATEVER YOU ARE..BE A GOOD ONE  -Abraham Lincoln

Source       :  topmotivasi.com
Picture by  :  amazon.com
 

BRUCE LEE..SANG MOTIVATOR

Banyak orang tidak tahu kalau Bruce Lee lahir di Amerika, tepatnya  di San Fransisco, pada 27 November tahun 1940, ia lahir dengan nama Lee Jun Fan. Dia lahir pada tahun naga dan pada jam naga. Hal inilah yang membuatnya mendapatkan nama Lee Siau Lung atau Naga Kecil dari para penggemarnya. Dokter yang menangani kelahiran bayi itu, memberinya nama Inggris, Bruce.

Demikianlah sang legenda terlahir. Ayahnya Lee Hoi Chun adalah seorang aktor film dan bintang pertunjukan. Ibunya adalah seorang keturunan Chinese – Eropa, bernama Grace Lee. Semenjak di sekolah Bruce sudah sering berkelahi, ketika dia terlibat perkelahian ala jalanan ia mengalami kekalahan. Waktu itu ia remaja, ia berdiskusi dengan ibunya dan memutuskan belajar seni bela diri.

Jenis ilmu bela diri yang ia pelajari adalah Wing Chun, ia berguru dengan Sifu Yip Man. Ia juga berguru dengan master kungfu Siu Hon Sung. Biasanya dibutuhkan tiga minggu untuk menguasai 30 jurus Siu Hon Sung, Bruce Lee hanya memerlukan tiga malam saja. Disamping itu Bruce Lee juga mendapat ketrampilan Anggar dari ayahnya.

Ada satu hal unik, Bruce Lee tidak hanya mahir beladiri. Ternyata ia pintar menari cha-cha bahkan pada tahun 1958 ia berhasil meraih trophy Hongkong Cha-Cha Championship.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bruce lee ingin sekali menguji keahlian kungfunya dalam perkelahian yang sesungguhnya. Maka ia pun terlibat dalam perkelahian jalanan. Lalu ayahnya mengirim Bruce ke Amerika agar menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, .

Dengan berbekal 100 US$ berangkatlah ia ke tanah kelahirannya San Fransisco, Bruce dititipkan kepada teman ayahnya, Ruby Chow, pemilik sebuah restoran.

Bruce Lee melanjutkan SMA-nya di Seattle, dan tamat pada tahun 1960. Tahun 1961 ia melanjutkan kuliah di University of Washington dengan mengambil jurusan psikologi. Di sinilah ia bertemu Linda Emery yang kemudian jadi istrinya..lalu lahirlah Brandon Lee disusul Shannon Lee dua tahun kemudian.

Selain menempuh pendidikan psikologi, ia memiliki ketertarikan begitu tinggi pada ilmu filsafat. Sampai-sampai ia mengoleksi banyak buku dan membacanya setiap saat. Tokoh-tokoh yang ia pelajari bukunya dan memengaruhinya antara lain Lao Tzu, Confusius, Socrates, Plato, Napoleon Hill, Norman Vincent Peale, W. Clement Stone, Maxwell Maltz , dan sebagainya.

Dari kegemaran membaca ini ia memiliki pengetahuan luas. Ia tak hanya belajar kekuatan dan ilmu beladiri, tetapi juga belajar kehidupan dan kebijaksanaan. Tutur katanya begitu memukau. Menurut istrinya, siapapun yang berbicara dengannya, dalam waktu beberapa menit saja sudah bisa tertarik padanya karena kemampuan bicaranya yang luar biasa: indah, filosofis, dan bijaksana.

Sebenarnya bukan dari membaca saja ia menyerap ilmu. Dari alam sekitar pun ia mendapatkan ilmu kebijaksanaan. Ketika tengah merenung di sebuah jung (perahu khas Hong Kong), ia mendapat inspirasi  dari air. Ia menepuk air lalu memercik mukanya. “Empty your mind, be formless. Shapeless, like water. If you put water into a cup, it becomes the cup. You put water into a bottle and it becomes the bottle. You put it in a teapot it becomes the teapot. Now, water can flow or it can crash. Be water my friend.”  

Filosofi air ini yang mendasarinya mengembangkan ilmu beladiri Jeet Kune Do. 

Jeet Kune Do secara resmi baru ia munculkan tahun 1967. Namun ia sudah mulai melatih kungfu ketika masih menjadi mahasiswa di Seattle. Ia menghimpun teman-temannya menjadi muridnya.Namun pada tahun 1964 ia pindah ke Oakland.

Di Oakland bersama seniornya yang terpaut 23 tahun lebih tua, James Yimm Lee, seorang ahli beladiri, mendirikan perguruan baru bernama Jun Fan. Berkat James Yimm Lee inilah ia berkenalan dengan Ed Parker, seorang ahli beladiri Amerika yang mengorganisir Long Beach International Karate Championships, kompetisi karate internasional. Dari perkenalan itulah Bruce Lee ditemukan Hollywood.

William Dozier, produser film seri TV, tertarik padanya dan mengundangnya untuk mengikuti audisi. Bruce Lee kemudian menggarap film Hollywood untuk televisi. Ia membintangi serial The Green Hornet sepanjang 26 episode.

Dalam hal pertunjukan hingga tahun 1971, ia masih terlibat dalam film-film televisi. Namun di samping menggarap film televisi, ia juga membuat film layar lebar yang ia mulai dengan Marlowe di Hong Kong pada tahun 1969.Setelah itu lahirlah film-film fenomenalnya yang berpengaruh di Hollywood dan dunia yaitu The Big Boss(1971), Fist of Fury (1972), Way of The Dragon (1972), Enter the Dragon (1973), dan Game of Death.

Film Game of Death tak berhasil ia selesaikan karena Bruce Lee keburu meninggal secara mendadak pada 20 Juli 1973. Penyebab meninggalnya begitu misteri, sampai-sampai Linda, istrinya, tak percaya. “Aku benar-benar terkejut tetapi tidak dapat mengatakan bahwa aku terpukul karena Bruce selalu saja terlibat pada hal-hal yang tak diduga"

Hanya saja dalam waktu tiga bulan sebelumnya, tanggal 10 Mei, dia kolaps di studio dan harus diangkut ke rumah sakit tetapi dengan cepat ia sembuh. Kemudian tes kesehatannya di Los Angeles menunjukkan bahwa dia tidak apa-apa. Dokter itu meyakinkan, dia benar-benar sesehat anak umur delapan belas tahun.” Namun kali ini Linda harus menerima kenyataan lain, Bruce Lee benar-benar pergi untuk selama-lamanya.

Hingga kini kematian Bruce Lee masih jadi misteri. Meski begitu kematiannya saat ia berada di puncak kariernya pada usia emasnya, 32 tahun, membuatnya dikenang sebagai anak muda yang luar biasa.Ia tak tergantikan. Ia adalah legenda. Ia dikenal bukan semata sebagai bintang film, tetapi ahli seni beladiri, filsuf, sutradara, guru beladiri, penulis, dan pembelajar sejati. Kita mengenangnya tak hanya dari film-filmnya tetapi dari kata-katanya yang penuh makna, inspiratif, dan memotivasi yang tersebar di berbagai literatur.    

Iya..bagi penggemarnya ia tak sekadar bintang film, ia seorang filsuf yang kata-kata bijaknya sangat memotivasi.

“KNOWING IS NOT ENOUGH..YOU MUST APPLY.  WILLING IS NOT ENOUGH..YOU MUST DO." - Bruce Lee

Source :   inspirasi jiwa.com /topmotivasi.com (Tim Andrie Wongso)

Tuesday, April 3, 2012

BUAH DARI CINTA TERHADAP PEKERJAAN ADALAH KESUKSESAN


Dalam film Center Stage, diceritakan tentang dua orang gadis cantik yang sedang berlatih di American Ballet Academy. Gadis yang satu bernama Maureen dan yang satu lagi bernama Jody. Maureen telah belajar Ballet sejak masih anak-anak, sementara Jody baru memulainya setamat High School (SMU). Menurut dua orang pelatih, Jody tidak memiliki kaki dan postur tubuh yang cocok untuk menjadi penari Ballet. Jody pun terancam dropped out dari sekolah Ballet tersebut.

Berbeda dengan Maureen. Ia bukan hanya cantik, ia juga memiliki kaki yang sangat lentur dan memiliki teknik yang sangat baik. Tetapi pada suatu malam pertunjukan besar, dimana Maureen seharusnya menjadi pemeran utama, ternyata ia tidak muncul di panggung. Ibunya bingung lalu bergegas keluar mencari Maureen.

Di hadapan mama yang sedang kecewa, Maureen mencurahkan isi hatinya. Ia mengundurkan diri karena sesungguhnya ia tidak pernah mau menjadi penari Ballet. Satu-satunya alasan ia melakukannya selama belasan tahun adalah karena sang mama mendorongnya terus-menerus. Dengan tetesan air mata, Maureen berkata: “Mama tidak punya kaki seperti kakiku, sayangnya akupun tidak punya hati seperti hati mama.” Kemudian mereka tertunduk lalu berpisah melewati pintu yang berbeda.

Bagaimana dengan Jody?

Diperlihatkan, ketika teman-temannya sedang tertidur pulas Jody berlatih sendirian. Kuku-kuku jari kakinya lecet dan berdarah-darah namun ia terus berlatih. Suatu kali ia berkata kepada pelatihnya: “Aku tidak ingin meneruskan kuliah, aku hanya ingin menjadi penari Ballet.”

Bagi Jody, tidak ada kegiatan/pekerjaan lain yang lebih menyenangkan kecuali menjadi seorang penari Ballet. Singkat cerita, dengan kerja keras dan ketekunan ia berhasil menjadi penari Ballet professional. Pada suatu akhir pertunjukkan dimana ia menjadi pemeran utama, para pelatih, teman-teman dan seluruh penonton berdiri memberikan tepuk tangan sebagai penghargaan atas kesuksesannya. Itulah buah dari cinta terhadap pekerjaan!

Memang, pekerjaan atau usaha apapun pasti membutuhkan kerja keras. Tidak mungkin ada kesuksesan sejati dengan tidur-tiduran sepanjang hari. Namun, bila Anda menyenangi kegiatan/pekerjaan itu, Anda akan jauh lebih kuat dan lebih bersemangat dalam menjalaninya, sekalipun harus mandi keringat dan meneteskan air mata.

CEPAT PERGI DAN CARILAH APA YANG ANDA CINTAI..LALU BEKERJALAH DISANA. HIDUP HANYA SEKALI..TIDAK ADA YANG LEBIH INDAH SELAIN MELAKUKAN DENGAN RASA CINTA YANG TULUS.

Source       :  belajargagal.blogspot.com
Picture by  :  nypost.com

JANGAN SELALU MENOLEH KE BELAKANG

Matahari terus bergerak ke barat. Tampak Andre yang sedang sarapan pagi dengan papanya. Dan mamanya yang sibuk untuk menyiapakan sarapan pagi Andre.

”Bagaimana? sudah siap?”tanya papa  Andre.

“Siap pa, tapi aku deg degan juga,”sahut Andre terus terang.

Melihat Andre yang agak cemas, mama Andre mendekat.

“Tenang saja, kalau pertandingan sudah mulai,pasti kau lupa pada perasaan gugupmu.” kata mamanya

”Ya ma tapi tiga tahun berturut turut ini aku selalu kalah, selalu Roger yang mendapat juara pertama dalam lomba lari ini” keluh Andre.

“ Papa tahu kamu pasti akan bisa dre”. Sahut papanya dengan memberi semangat.

Setelah selesai sarapan , Andre pamit pergi kesekolah. “Dre, jangan lupa tutup pintunya ya! nanti papa dan mama akan datang ke sekolahmu untuk melihat pertandingamu”! Kata papa.

Andre terpaksa mundur beberapa langkah dan menutup pintu rumah. Itu memang kebiasaan buruk Andre, selalu lupa menutup pintu rumah.

Di lapangan, Pak Bram guru olahraga Andre sudah menunggu. Andre melirik Roger yang bertubuh tinggi dengan tungkai yang panjang, yang sedang melakukan pemanasan beserta peserta lain.   Peserta  lomba lari 100 m kali ini cukup banyak. Tetapi hanyalah Roger satu satunya saingan berat Andre.

“Tenang saja, kamukan giat berlatih bapak yakin kamu bisa menang” kata pak Bram.

Semoga saja begitu pikir Andre. Sementara itu penonton mulai berdatangan. Kebanyakan anak-anak sekolah yang ingin menonton temannya bertanding. Kedua orang tua Andre pun tiba di sekolah andre. Pertandingan hari itu akan menentukan sekolah siapa yang akan di kirim ke tingkat propinsi.

Akhirnya pertandingan itu pun di mulai. Sesaat jantung Andre berdetak kencang. Ia menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri . 

“Aku pasti bisa, aku pasti bisa”.Katanya dalam  hati.

Peluit ditiup. Andre  berlutut bersama peserta yang lain. Beberapa detik kemudian, semua peserta sudah berlari cepat.

Kekuatan Andre dan Roger terlihat seimbang jarak mereka begitu dekat. Andre menarik nafas dalam. Lalu mengerahkan semua tenaganya dan melesat melewati Roger. Penonton pun menunggu dengan tegang.

Garis finish sudah tampak didepan mata Andre. Andre tersenyum. Ia mulai berfikir, “dimana Roger?”. Andre penasaran dan menoleh kebelakang.  Saat itulah Roger melesat melewatinya. Kini Roger memimpin di depan. Andre mulai panik. Andre berusaha mengerahkan tenaga dan lebih berkonsentrasi. Tetapi baru  saja Andre mengerahkan tenaga, penonton sudah bersorak  dengan gembira. Roger sudah nencapai garis finish . Andre menyusul hanya tiga detik kemudian. Andre menjatuhkan diri di pinggir lapangan. Air mata menetes di sudut matanya.

Tak lama kemudian papanya datang mendekati Andre untuk memberikan air minum kepada Andre.

“Papa kira tadi kau akan memenangkan pertandingan”. kata papa.

”Aku yang salah, pa. Aku tidak bisa menahan keinginanku untuk menoleh kebelakang. akibatnya jadi agak lambat, aku menyesal pa” sahut andre.

“Makanya jangan selalu menoleh kebelakang. Tutup pintu di belakangmu apabila keluar rumah” kata papa

“Ah papa ! Apa hubungannya menutup pintu dengan pertandingan ini?”keluh Andre.

”Maksud papa jangan selalu melihat kegagalan di masa lalu, supaya tak mengganggu tindakan apa yang kamu lakukan selanjutnya”. Kata papanya.

Andre membenarkan kata-kata papanya. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menutup pintu kegagalan di belakangnya agar bisa melangkah ke depan dengan tenang.

JANGAN BIARKAN KEGAGALAN DI MASA LALU MENGGANGGU LANGKAH YANG AKAN KAMU LAKUKAN DI MASA DEPAN :) 

Source       :  faktakita.com (seribu info)
Picture by  :  kolom-inspirasi.blogspot.com

Friday, March 30, 2012

BADAI PASTI AKAN BERLALU

“Baik…, saya akan bantu. Tagihan ini saya tahan dulu sampai ada informasi lagi. Tapi, kira-kira kapan bisa lunas? Bisa dilunasi dalam 2 minggu?” Tanya pemilik distributor bahan bangunan langganan.

Wah, pertanyaan yang sangat sulit dijawab untuk saat itu. “Belum berani janji sekarang pak, tapi 2 minggu lagi saya akan kasih kabar.” Rumitnya, saya sudah nggak punya uang sepeserpun, di kantong saja tinggal beberapa puluh ribu rupiah. Sama sekali nggak terpikir darimana bisa dapat uang untuk melunasi hutang-hutang termasuk ke beberapa supplier lain.

“Habislah, kali ini bener2 bangkrut!” pikir saya. Setelah itu saya segera pulang dengan membawa beban sebesar buah kelapa yang nempel di dada. Kejadian ini berawal dari proyek konstruksi rumah tinggal yang saya bangun beberapa waktu yang lalu. Proyek tersebut milik sebuah developer perumahan di pinggir Jakarta. Rumahnya sudah terbangun tapi ternyata developer tersebut mismanagement dan tidak mampu membayar kewajibannya kepada para kontraktor sesuai perjanjian. Dan…, kontraktor nggak mungkin menarik kembali material yang sudah jadi rumah, kalau dibongkar ya cuma dapat puing2.

Hidup selama beberapa bulan berikutnya seperti buronan dan menghindar dari hutang benar-benar sulit. Orang-orang yang bangkrut dan dikejar hutang biasanya pernah mengalami sindrom seperti ini:
• Dunia menjadi gelap, tidak peduli pagi atau siang.
• Setiap kali menarik nafas rasanya berat sekali, mirip judul komik “Bernafas Dalam Lumpur.”
• Tidur tidak nyenyak, sering mimpi buruk dan terbangun di pagi buta.
• Sepertinya semua teman dan saudara menghindar, takut dihutangi, dst
Persis itulah yang saya alami.

Hingga suatu malam, istri saya berkata “Badai pasti berlalu.” Saya termenung sebentar dan mulai berpikir bahwa memang nggak ada badai yang berlangsung sepanjang tahun. Setelah itu saya coba berpikir kemungkinan terburuk apa yang harus dihadapi? Bisa jadi masuk penjara. Tentunya saya akan mengalami situasi sulit dan keras, misalnya dikerjain sesama tahanan. Tapi kalau dipikir-pikir di penjara mungkin malah bisa punya waktu untuk membaca atau berlatih menulis dan juga mempelajari beberapa hal misalnya meditasi yang selama ini belum sempat dilakukan. Mungkin akan mendapat banyak teman-teman baru dari lingkungan penjara. Mungkin… ini, mungkin… itu. Setelah pikiran melayang kemana-mana hingga lelah, tertidurlah saya.

Bangun tidur keesokan harinya, saya menjadi lebih tenang dan perlahan-lahan otak mulai berpikir lebih jernih. Seperti mendapat vitamin penambah energi, saya menjadi siap menghadapi apapun yang akan terjadi, toh kemungkinan terburuk sudah saya bayangkan. Badai pasti berlalu dan saya harus siap menyambut hari yang baru. Lewat beberapa hari kemudian saya mulai bisa melihat beberapa peluang pekerjaan sambilan dan mulai timbul semangat merencanakan strategi melunasi hutang. Memang tidak mudah dan penuh perjuangan berat, tapi singkatnya setelah setahun lebih baru saya berhasil melunasi semua hutang.

Jika sedang menghadapi masalah berat, otak cenderung terbebani hal-hal negatif sehingga sulit sekali berpikir jernih. Maka otomatis peluang tidak akan terlihat, walaupun lewat di depan mata. Beberapa hal yang penting:
• Jangan ambil keputusan penting dalam situasi kalut, lebih baik tunda.
• Pikirkan kemungkinan terburuk, siapkan mental untuk menghadapi kemungkinan tersebut.
• Setelah tenang dan pikiran lebih jernih, bangun semangat positif untuk mulai bangkit.
• Rencanakan strategi baru, karena tidak ada orang lain yang bisa menolong kecuali diri sendiri.
• Bantu dengan doa.

BADAI PASTI BERLALU? IYA..PASTI!

Herman K
Director of SemutApi Colony
www.semutapi.com

Source        :   belajargagal.blogspot.com (benni surbakti)
Picture by    :  galaueurs.blogspot.com




Monday, March 12, 2012

TOLONGLAH DIRI ANDA SENDIRI

Seorang pemuda miskin yang lapar duduk santai di atas sebuah jembatan mengamati sekelompok nelayan. Ketika melihat keranjang yang berisi ikan-ikan hasil tangkapan mereka, pria itu bergumam :

"Ah, seandainya saya memiliki ikan sebanyak itu, hidup saya tidak akan seperti ini". "Saya akan menjualnya untuk membeli pakaian dan makanan".

Tiba-tiba seorang nelayan menghampiri pemuda tersebut dan berkata...

"Saya akan memberikan sejumlah ikan kepada Anda bila Anda mau sedikit membantu saya".

"Tentu" jawab si pemuda.

"Tolong jaga tali pancingan ini sebentar". "Ada keperluan yang harus saya bereskan di ujung jalan sana," lanjut nelayan itu.

Sang pemuda dengan senang hati menerima tawaran tersebut. Sewaktu ia menjaga pancingan nelayan itu, ikan-ikan mulai menggigiti umpannya, dan ia pun mulai menangkap ikan-ikan tersebut. Dalam sekejap, ia mulai tersenyum lebar, menikmati aktifitasnya.

Ketika si nelayan kembali ia pun berkata :

"Saya memberikan kepada Anda ikan-ikan yang telah saya janjikan".

"Ini, ambillah semua ikan yang telah Anda tangkap". "Tetapi saya juga akan memberikan sedikit nasihat bagi Anda".

"Lain kali, saat Anda memerlukan sesuatu, jangan menghabiskan waktu Anda dengan berkhayal dan berharap bahwa Anda akan mendapatkannya."

"Sibukkanlah diri Anda, lemparkan tali pancing Anda sendiri, dan buatlah impian Anda menjadi kenyataan".

BERKHAYAL DAN BERMIMPI ITU WAJAR DAN BOLEH-BOLEH SAJA..TAPI KHAYALAN DAN IMPIAN KITA ITU AKAN SIA-SIA BILA KITA TIDAK BERUSAHA UNTUK MERAIHNYA!
 

Source      :  jengpeniimoet.blogspot.com
Picture by  :  memorimia.wordpress.com

Thursday, March 8, 2012

BERKAT KERJA KERAS..BUKAN KARENA CINCIN AJAIB

Cerita Rakyat Jerman

Pak Volker adalah seorang petani. Ia menggarap ladangnya dari subuh sampai matahari terbenam. Tapi hidupnya tetap kekurangan. Suatu hari, ketika sedang istirahat disamping alat bajaknya, ia dihampiri oleh seorang pengemis tua yang berjalan tertatih-tatih meminta sedekah. Pak Volker memberinya bekal makan siangnya. Pengemis tua itu pergi sambil mengucapkan terima kasih.

Sebelum meneruskan perjalanan, pengemis itu berkata,”Jalanlah lurus ke timur. Lusa, kau akan ketemu sebatang pohon pinus yang lebih tinggi dibanding pohon-pohon sekitarnya. Tebanglah pohon itu. Kau akan mendapatkan peruntungan yang besar.”

Begitu si pengemis tua itu hilang dari pandangan, Pak Volker memungut kapaknya dan berangkat ke arah yang ditunjukkan si pengemis. Dua hari kemudian, ditemukannya pohon pinus itu. Dengan satu kali tebas, batang pohon bergetar. Dari cabang paling tinggi, jatuhlah sebuah sarang burung. Dua butir telur pun menggelinding di tanah, lalu pecah. Dari telur pertama, muncul seekor anak rajawali, sedangkan dari telur kedua, muncul sebuah cincin keemasan.

Anak rajawali berubah menjadi seekor rajawali dewasa dalam waktu singkat. Ia mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya serasa lepas dari kungkungan. Katanya, kepada pihak Volker, “Kau telah memberiku kebebasan. Ambil cincin bertuah itu dan pakailah. Putar-putarlah di jarimu sambil mengucap keinginanmu. Pasti akan terkabul. Tapi ingat, hanya untuk satu permintaan. Setelah itu, ia akan kehilangan tuahnya.”
Rajawali terbang tinggi ke angkasa, semakin tinggi dan lenyap di balik awan.

Pak Volker menyelipkan cincin bertuah ke jarinya, lalu pulang. Menjelang senja, ia tiba di sebuah kota. Di sini, ia bertemu seorang tukang emas yang sedang berdiri di depan tokonya. Pak Volker memperlihatkan cincin itu kepadanya dan menanyakan harganya.

“Tak berharga sama sekali. Ini bukan dari emas, Cuma cincin sepuhan,” jawab tukang emas.

Pak Volker tertawa keras. Ia menjelaskan, “Ini cincin bertuah, nilainya lebih dari seluruh barang di tokomu.”

Rupanya tukang emas itu seorang yang tamak dan licik. Dipintanya Pak Volker menginap semalam dirumahnya. Katanya, “orang jujur seperti kau akan membawa keberuntungan. Ayolah, jadilah tamuku!”

Dijamunya Pak Volker dengan makanan paling lezat, anggur paling mahal, dan obrolan ramah. Tapi, pada tengah malam, ketika Pak Volker tidur lelap, diam-diam, tukang emas mencopot cincin bertuah itu dari jari tamunya itu dan menukarnya dengan cincin biasa yang serupa.

Pagi-pagi benar, esok harinya, tukang emas itu membangunkan tamunya dan mengingatkan bahwa perjalanan yang akan ditempuh masih panjang.

“Lebih baik kau berangkat sekarang, nanti kemalaman lagi di jalan,” sarannya.

Setelah tamunya pergi, tukang emas tamak bergegas ingin membuktikan keampuhan cincin bertuah. Di tengah ruangan, diputarnya cincin di jarinya yang gembul dan ia mengucapkan sebuah permintaan, “Aku ingin eh….seratus ribu keping uang emas!”

Seusai kata-katanya terucap, terjadilah hujan uang emas. Koin-koin keras dan berkilauan mengguyur kepalanya bagai air mengucur dari sebuah pancuran. Ia berteriak teriak, “Stop! Stop!” dan mencoba meloloskan diri ke pintu. Tapi, ia tersandung dan tersungkur ke lantai. Tetapi masih saja pancuran uang emas berlanjut. Sampai akhirnya, tubuhnya tak kelihatan lagi di balik timbunan koin-koin emas.

Sementara itu sesampai di rumah, Pak Volker memamerkan cincin yang didapatnya kepada istrinya. Katanya, “Mak, cincin bertuah ini akan mengabulkan satu permintaan kita. Tapi, sebaiknya, kita pikir masak-masak sebelum mengucapkannya.”

Istrinya memberi saran, “Ladang kita terlalu sempit. Mintalah satu hektar lagi. Kita akan mempunyai sebuah kali kecil mengalir melintasi ladang kita. Ayo, ucapkan keinginan itu!”

“Kalau untuk itu, sih, kita cukup bekerja keras satu atau dua tahun,” jawab suaminya.

Suami-istri petani itu pun bekerja keras, dan musim gugur tahun berikutnya, panen melimpah. Mereka berhasil membeli satu hektar tanah tetangga dengan anak kali mengalir melintasinya, dan mereka masih punya sisa uang!

Kemudian, terlintas dalam benak Bu Volker, mereka butuh sapi.

“Kuda kita jual, lalu mintalah uang pada cincin bertuah untuk dipakai tukar tambah dengan seekor sapi. Setuju?”

Tapi, suaminya tak sependapat. Sebab, menurut hematnya, dengan bekerja keras, mereka bisa membeli sapi sendiri.

Mereka bekerja bahu-membahu, dan belum genap setahun, mereka sudah berhasil membeli seekor sapi, bahkan seekor kuda lagi. Pak Volker mendesah lega. Katanya, “Kita masih punya kesempatan satu permintaan. Betapa beruntungnya!”

Beberapa kali Bu Volker minta suaminya mengucapkan permintaan, tapi selalu ditolak. Sebab siapa tahu, ada saatnya mereka memang benar-benar membutuhkan sesuatu yang tak bisa diperoleh lewat kerja keras.

Tahun demi tahun berlalu. Mereka tetap bekerja keras. Dan, semakin jarang Bu Volker menyarankan suaminya agar mencoba cincin bertuah.

Tiga puluh tahun berlalu, dan kemudian empat puluh tahun. Pak Volker dan istrinya beranjak tua, rambut mereka seputih salju. Keinginan tak pernah di ucapkan. Akhirnya suatu malam, mereka berdua menghembuskan napas terakhir.

Anak-anak dan cucu-cucu berdiri mengitari peti mati. Si sulung menunjuk cincin di jari ayahnya dan berkata, “Ini cincin kesayangan beliau. Biarlah ayah membawa serta ke dalam liang lahat.”

Pak Volker dimakamkan bersama cincin yang diperkirakan bertuah yang ternyata cuma cincin biasa.

WAH..SEMUANYA BISA KITA DAPATKAN DENGAN BEKERJA KERAS.. SO BUAT APA CINCIN AJAIB.. :)

Source : Kepik Sang Penyelamat, Kadir Wong (quickstart.co.id)

Wednesday, February 29, 2012

KEKUATAN CINTA

Sebuah rumah sakit di Amerika sedang melakukan eksperimen yang cukup menarik. Sekelompok bayi dibelai selama sepuluh menit selama tiga kali sehari. Satu kelompok bayi yang lain tidak pernah mendapatkan belaian. Selang beberapa hari kemudian, ternyata berat badan bayi yang mendapatkan belaian menjadi dua kali berat badan bayi dalam kelompok yang tidak pernah dibelai. Faktanya, tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat.

Kekuatan cinta sungguh luar biasa. Seperti itu juga jika kita mempratekkan kekuatan cinta terhadap pekerjaan yang sedang kita geluti. Sebagaimana tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat, tanpa cinta pekerjaan kita juga tidak akan pernah berkembang. Hampir-hampir mustahil kita mengharapkan karir kita naik sementara kita tidak pernah mencintai pekerjaan kita. Sangat tidak mungkin bisnis kita bisa berkembang jika kita sendiri sudah merasa bosan terhadap bisnis kita tersebut.

Saya tahu rasanya jatuh cinta, karena saya mengalaminya saat pacaran dulu. Saya jadi sedemikain kreatif dalam mengekspresikan cinta. Saya begitu bersemangat dan sedemikian antusias pada saat kencan. Ketika mengalami masalah, saya tidak gampang menyerah. Itulah kekuatan cinta yang saya rasakan.

Saya bisa bayangkan betapa efektifnya pekerjaan yang sedang kita geluti, kalau kita mengerjakannya dengan penuh cinta. Kita akan bekerja dengan penuh semangat, penuh gairah, penuh kreatif, dan tidak gampang menyerah pada saat mengalami masalah.

Kalau masih tidak percaya, cobalah amati mereka yang bekerja dengan penuh cinta, lalu bandingkan mereka yang bekerja tanpa rasa cinta sama sekali. Hasilnya akan jelas berbeda. Bagaimana dengan Anda? Apakah hari ini kita justru terjebak dengan rutinitas pekerjaan yang membosankan? Munculkan kembali rasa cinta kita terhadap pekerjaan kita sehingga kita kembali bergairah dalam melakukan pekerjaan kita hari ini.

SETIAP PEKERJAAN AKAN MENJADI EFEKTIF DAN MAKSIMAL, JIKA DIKERJAKAN
DENGAN PENUH CINTA.

Source       :  renungan-harian-kita.blogspot.com 
Picture by  :  bpt.sragenkab.go.id

Monday, February 20, 2012

JANGAN TERBELENGGU OLEH PERASAAN

Joko ditemukan tergantung kaku di kamar tidurnya. Sang Ibulah yang pertama kali menemukannya karena curiga sepanjang hari Joko tidak keluar dari kamarnya. Tidak ada tanda-tanda keanehan dalam diri anaknya menurut sang ibu. Hanya memang sudah sejak sebulan terakhir Joko sering kepergok lagi murung dan kadang menangis.

Sang Ibu tidak menyangka Joko sampai senekat itu mengakhiri hidupnya hanya karena diputus oleh sang kekasih yang akan segera menikah dengan calon pilihan orangtuanya.

Sementara, di tempat lain ada seorang pemuda lagi yang mengalami penolakan dari gadis idamannya. Daripada membiarkan dirinya dicabik-cabik oleh perasaannya, maka ia kemudian melakukan aksi sakit hatinya dengan membuat sebuah situs dengan nama facemash.com alias si wajah perkedel.

Demi mendapatkan foto teman-temannya, khususnya yang cewek. Ia nekat menerobos sistem komputer kampusnya. Lalu hasil perburuannya tersebut diunggah ke dalam situs barunya. Kemudian ia memasang sistem yang membuat setiap pengunjung facemash.com agar dapat memberi peringkat pada setiap cewek.

Akibat perbuatannya, pemuda ini dihukum oleh pihak kampus. Tapi usahanya tidak sia-sia. Popularitas facemash.com langsung melonjak, hanya dalam waktu tiga minggu pertama jumlah mahasiswa yang mendaftar sudah mencapai 4.000 orang. Anda tentu sudah dapat menduga, inilah cikal bakal dari Facebook.com yang kini anggotanya sudah mencapai 116,4 juta orang.

Siapakah pemuda itu?

Dialah Zuckerberg yang waktu itu ada di semester II di Harvard. Aksi membalas sakit hati pada gadis yang menolaknya malah menjadikannya seorang triliuner termuda di dunia dengan kekayaan US$1,5 miliar di usianya kini 28 tahun.

Dua kisah di atas memiliki persamaan yaitu pemuda yang sakit hati karena cintanya ditolak. Perbedaan dari kedua kisah di atas adalah yang satu membiarkan pikirannya dikuasai perasaan, sedangkan satunya lagi segera melepaskan belenggu perasaan pada pikirannya.

Seringkali seseorang menjadi sakit dan menderita karena membiarkan perasaannya menguasai pikirannya. Tidaklah mengherankan karena pada dasarnya manusia adalah mahluk kinestetik.

SALAH SATU CARA AGAR SEMBUH DARI PERMASALAHAN ADALAH DENGAN MEMBEBASKAN PIKIRAN DARI PERASAAN YANG MEMBELENGGUNYA.

Source       : renungan-indah.blogspot.com
Picture by  : zerotolerancetonegativethinking.com

Sunday, February 19, 2012

MENGAPA HARUS MENUNGGU

Dikisahkan, ada seorang anak berusia 9 tahun. Saat dia sedang membantu ayahnya mengangkut batu bara demi mengumpulkan dana untuk kegiatan amal, terjadilah kecelakaan yang telah merubah seluruh kehidupannya. Dia terjatuh, dan kakinya terlindas kereta api barang sehingga sepasang kaki harus diamputasi. Berbulan-bulan, hari-harinya diwarnai dengan penderitaan panjang, dia harus berjuang dari satu meja operasi ke meja operasi lainnya dan menghabiskan jam-jam yang sangat menyakitkan.

Namun dia tidak pernah patah semangat dan dengan tegar menjalaninya sehingga dokter mengijinkannya keluar dari rumah sakit dengan berkursi roda. Tanpa membuang waktu dia ingin menguji fisiknya dengan belajar berenang. Pertama kali masuk ke air, dia pun langsung tenggelam sampai ke dasar kolam renang. Pelatihnya menggunakan jala untuk mengangkatnya naik ke permukaan. Pelajaran mengapung dan seterusnya dilakukan setiap hari dan 5 bulan kemudian dia mampu berenang sebanyak 52x panjang kolam renang tanpa berhenti! Sungguh luar biasa!

Dan sejak saat itu, tidak ada lagi yang bisa menghalangi keinginannya untuk melakukan kegiatan fisik layaknya orang-orang yang bertubuh normal. Dia belajar menyetir mobil, ikut balapan dan berhasil menjadi atlet gokart yang handal, disegani dan terkenal.

Ketekunannya berlatih fisik di kolam renang dan tempat tinggalnya yang tak jauh dari pantai, menginspirasinya belajar menjadi surf lifeguard, yaitu penjaga pantai yang melindungi dan menyelamatkan para peselancar.

Dia satu-satunya manusia di dunia, tanpa kaki yang berprofesi seperti itu. Dia juga belajar Taewondo hingga memperoleh Dan 3. Olahraga lempar cakkram, tolak peluru dan lempar lembing berhasil mengalungkan 35 medali dalam kehidupannya. Pencapaian prestasinya melandasi kepercayaan dirinya membina hubungan dengan seorang wanita yang dicintai.

Akhirnya dia menikah dan memperoleh 3 orang anak. Bersama istrinya, mereka bahu membahu menjadi pengusaha sukses. Berkat prestasi dan keinginannya membantu orang lain agar tidak menyerah, akhirnya menghantarkannya menjadi pembicara motivasional kelas dunia. Pemuda hebat itu bernama Tony Christiansen.

Saat ditanya apa rahasia suksesnya? Dia menjawab: Mengapa harus menunggu? Jangan menghabiskan waktu dengan duduk dan menunggu tertabrak kereta api sebelum melakukan sesuatu dan mencetak berprestasi.

Kecelakaan yang saya alami telah mengasah karakter serta hidup saya dalam beragam cara! Membantu saya dalam menyampaikan pesan kepada semua orang yang mau mendengar, mau belajar serta mau merubah hidup lebih baik!

SO..MENGAPA HARUS MENUNGGU..SEGERA LAKUKAN!!

Source       : renungan-indah.blogspot.com
Pictures by : tonychristiansen.com

Friday, January 13, 2012

SELAMA MASIH ADA WAKTU, MASIH ADA HARAPAN


Berapa kali Anda boleh gagal? Sekali, dua kali, atau tiga kali?

Kalau bicara hukum, maka hanya punya kesempatan sekali saja. Anda melakukan kriminalitas, walaupun pertama kali, bisa langsung masuk penjara. Kalau bicara pekerjaan, biasanya 3 kali. Surat peringatan pertama, peringatan kedua, lalu pemutusan hubungan kerja.

Lalu bagaimana dengan kehidupan, bagaimana dengan kesuksesan? Berapa kali kita boleh gagal?

Jawabannya, selama masih ada waktu, masih ada harapan. Selama masih ada nafas, masih ada kesempatan.Jika Anda percaya itu, keajaiban mungkin akan datang. Yang tidak mungkin jadi kenyataan.

Dalam dunia sepakbola, semua pemain dan pelatih yang mempunyai mental pemenang percaya itu. Mereka sangat percaya, selama ada waktu selalu ada harapan. Karenanya Anda tidak akan pernah melihat pertandingan sepakbola profesional yang setelah kalah jauh maka pasrah.

Atlet profesional, kalau kalah banyak..berusaha mengurangi kekalahan, kalau kalah sedikit..masih berusaha seri, kalau seri..masih bisa berusaha untuk menang, kalau sudah menang..masih bisa menang telak. Intinya selama masih ada waktu, sebelum ada pluit tanda waktu pertandingan berakhir setiap tim berusaha untuk mendapat hasil yang terbaik.

Mungkin contoh final liga champion tahun 2005 antara Liverpool dan AC Milan di Turki merupakan contoh yang fenomenal :

Sepanjang pertandingan Liverpool seperti dipecundangi. Baru saja pertandingan dimulai, belum satu menit, gawang liverpool dibobol oleh Paolo Maldini kapten AC Milan. Ini cukup untuk membuat Liverpool jatuh mental, karena momen tersebut menjadikan Liverpool menjadi klub paling dipermalukan dalam sejarah Liga Champion karena dibobol dalam waktu paling cepat. Tidak berselang lama Liverpool kebobolan lagi dua kali sehingga kedudukan menjadi 3-0 di babak pertama. Di babak kedua, sampai 60 menit berlalu Liverpool masih tidak berhasil memasukkan gol satupun, dan sudah kebobolan 3 kali.

Hmm..tapi prinsip SELAMA MASIH ADA WAKTU MASIH ADA HARAPAN tetap berlaku. Ketika waktu tersisa semakin sedikit, kapten Liverpool Gerrald berhasil memasukkan goal pertamanya. Tiga menit kemudian satu gol lagi buat Liverpool. Dan beberapa menit kemudian satu gol lagi masuk. Hanya dalam selang 7 menit Liverpool memasukkan 3 goal dan membuat kedudukan 3-3 sampai waktu berakhir. Drama ini berakhir dengan kemenangan Liverpool dalam adu pinalti. Final ini dikenang sebagai salah satu final paling dramatis dalam sejarah Liga Champions.

Final dramatis juga terjadi tahun 1999 saat MU melawan Munchen. Selama sembilan puluh menit MU gagal melesakkan goal ke gawang Munchen. Sedangkan Munchen sudah mencatat goal 1 dan selalu menyerang. Lalu pada injury time yang sisa beberapa menit, MU berhasil melesakkan goal pertama dan keduanya ke gawang Munchen. Selama sembilan puluh menit gagal tapi bisa memasukkan 2 goal di 2 menit tersisa.

IYA BETUL..SELAMA MASIH ADA WAKTU..MASIH ADA HARAPAN! :)


Source : Blessing Generation / Isa Alamsyah

Wednesday, January 11, 2012

KERJA ADALAH KEHORMATAN

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.

”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.

”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.

Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan.

Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.

TIDAK JARANG KITA MENGHARGAI PEKERJAAN SEBATAS PADA UANG ATAU UPAH YANG DITERIMA. KERJA AKAN BERNILAI LEBIH JIKA ITU MENJADI KEBANGGAAN BAGI KITA. (Andrie Wongso)

Source        : inspirasijiwa.com   

Tuesday, January 10, 2012

LIFE IS ALL ABOUT CHOICES

Rolando dan Ronaldo adalah sepasang anak kembar yang terlahir dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang penjudi, dan ayahnya adalah juga penjudi dan pemabuk. Ibu mereka lebih dahulu meninggal pada saat bayi kembar ini lahir.

Sang Ayah yang kemudian merawat mereka dan kemudian menyekolahkan mereka, sampai pada akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Karena tidak memiliki keluarga yg bersedia menampung ke dua anak kembar ini, akhirnya mereka tinggal di sebuah panti asuhan yg berbeda. Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar ini sempat menghiasi koran tempat lahir mereka di Negara Mexico.

Empat puluh tahun kemudian setelah perpisahan tersebut, seorang pemimpin redaksi surat kabar ternyata ingin mengetahui keberadaan kedua anak kembar tersebut dan kemudian mengutus team wartawan mereka untuk melakukan pencarian data.

Mereka menemukan Rolando sedang berada dalam sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya memiliki kebiasaan berhari-hari tidak mandi. Kemudian mereka pun mewawancarai Rolando, dan bertanya mengapa dia sampai begini? Rolando sambil menunjukkan kekesalannya berteriak…

“Aku begini karena ayahku!!! Apa yang bisa diharapkan dari ayah pemabuk?? Yach Inilah aku, seorang pemabuk juga. Buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya!!” teriaknya.

Sementara wartawan yang lain juga telah menemukan Ronaldo, dia berada di Mexico City sebagai seorang Direktur sebuah konsorsium internasional yang memiliki keluarga mapan dan bahagia. Mereka mewawancarainya, dan bertanya kepadanya, apa yang menjadi motivasinya sehingga dia bisa menjadi seorang yang berhasil dan sehebat ini.

Jawaban Ronaldo memiliki persfektif yang bertolak belakang dengan Rolando meskipun dengan objek pembicaaran yang sama, yaitu ayah mereka. Ronaldo berkata bahwa alasan utama keberhasilannya adalah Ayahnya.

“Ayahku dulu adalah seorang pemabuk dan penjudi, dan aku ingin membuktikan kalau aku bisa menjadi orang hebat walaupun lahir dari keluarga pemabuk dan penjudi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Mindset dan penilaian terhadap sebuah peristiwa dalam pikiran seseorang sangat menentukan ke arah mana kehidupan yang sedang dijalani. Satu peristiwa menyakitkan dapat membunuh dan menghancurkan hidup dan masa depan seseorang jika dilihat dari persfektif negatif, namun sebuah peristiwa tragis juga dapat dijadikan sebuah refleksi dan batu loncatan untuk mengubah arah hidup dan meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

Dalam menghadapi problema kehidupan..apakah seseorang melihat hidupnya dari sisi negatif atau sebaliknya dari sisi yang positif, tentu hasilnya akan berbeda dan bertolak belakang, oleh karena itu harus mengambil pilihan dengan bijaksana.

Iya..hidup ini adalah pilihan.. seperti kata Albert Camus : “Hidup adalah kumpulan dari pilihan-pilihan hidup.” Selamat memilih, salam sukses :)

LIFE IS ALL ABOUT CHOICES.. GOOD OR BAD..RIGHT OR WRONG.. YOUR DESTINY WILL UNFOLD ACCORDING TO THE CHOICES YOU MAKE.

Source : manalow.blogspot.com/inspirasijiwa.com