Kisah Kisah Kita

Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, October 24, 2015

SETITIK TERANG DI DALAM KEGELAPAN

Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.

Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu tersohor.

Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.

Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.

Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"

Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."

"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.

Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."

Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"

"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."

Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."

"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.

"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.

Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.

Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"

Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."

Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."

Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.

Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"

Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."

"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.

Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."

Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."

Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"

Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksanaan dari orang tua itu. Ia sungguh puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada orang tua tersebut.


JANGAN MENGORBANKAN KEINDAHAN HIDUP HANYA UNTUK MELIHAT SISI JELEKNYA. SELALU ADA HAL POSITIF YANG BISA KITA AMBIL. JADILAH ORANG YANG MELIHAT SETITIK TERANG DI DALAM KEGELAPAN. 

Source : Kim Regina (kisahmotivasihidup.blogspot.co.id)

Wednesday, December 10, 2014

BERPIKIR

Berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri (self-talk). Kita dapat berbicara dengan diri sendiri dengan penuh kebebasan. Ketika berbicara dengan orang lain, orang lain dapat menghentikan pikiran kita. Misalnya, bila kita merasa malu, ditolak, atau ditegur. Tetapi tidak ada orang lain yang mengetahui pikiran kita. Kita dapat berpikir setinggi langit atau sejauh dasar bumi. Hanya kita sendiri yang dapat mengontrol pikiran kita.

Bagaimana kita dapat berpikir dengan efektif?

Think deeply. Kita perlu belajar untuk berpikir secara mendalam. Berpikir secara mendalam berarti memikirkan perkara yang penting dalam hidup seperti perkara rohani. Banyak orang mengesampingkan perkara rohani walaupun perkara rohani lebih penting daripada perkara jasmani. Orang yang bijaksana adalah orang yang berpikir secara mendalam tentang hidupnya.

Think creatively. Kita perlu belajar untuk berpikir kreatif. Jangan hanya menerima atau mengikuti pendapat orang lain. Kembangkan daya pikir yang kritis dan kreatif. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan.

Think differently. Kita perlu terbuka pada perubahan. Cara hidup dan 

kebiasaan yang kurang baik perlu diubah sehingga kehidupan kita bisa 
menjadi lebih efektif.

THINK DEEPLY. THINK CREATIVELY. THINK DIFFERENTLY.

Source : Renungan Harian Kita

Thursday, May 1, 2014

DIKUATKAN UNTUK MENGUATKAN

Membaca surat kabar akhir-akhir ini bisa berubah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Ada setumpuk bencana alam, ketidakstabilan politik dan ekonomi yang bisa membuat kuatir. Belum lagi beberapa waktu yang lalu ada kabar seorang ibu yang saking pesimisnya dengan hidup sampai-sampai ia menghabisi nyawa anak-anaknya yang masih kecil sebelum ia sendiri bunuh diri.

Seorang peneliti R. Garrett dalam tulisannya di Contemporary Issue in Behavior Therapy, New York menyatakan bahwa memang ada banyak hal menyedihkan di dunia ini. Tapi jangan fokuskan hidup kita pada hal tersebut. Pikirkanlah ada hal-hal potensial yang lebih baik akan muncul dari berbagai masalah. Misalnya pengobatan penyakit yang lebih canggih, makin bermunculan orang yang peduli akan kehidupan sosial dan memperjuangkannya, seperti para aktivis yang peduli akan pemanasan global.

Sembilan dari sepuluh orang Amerika yang disurvei Garrett kuatir akan hidup mereka. Tapi ada 2 perbedaan besar bagaimana mereka menghadapi kekuatiran mereka. Yang satu. Mereka membiarkan masalah berkubang dalam kehidupan mereka, tapi yang satunya lagi memfokuskan diri untuk melakukan suatu perubahan yang mereka bisa untuk masyarakat. Dan orang-orang yang terakhir inilah yang merasa bahagia dengan kehidupan.


Iya..hidup akan lebih berarti bila kita bisa mendistribusikan apa yang kita punya untuk orang-orang di sekitar kita. Bagaimana caranya? Ibu Teresa pernah berkata, "Jangan tunggu seorang pemimpin, tapi lakukanlah sendiri dulu... satu demi satu."

APAKAH ANDA MASIH SUKA KUATIR? BERHENTI KUATIR DAN MULAILAH BERTINDAK!


Source : Renungan Harian Kita
 

Wednesday, May 9, 2012

PENJARA MASA LALU

Tidak sedikit orang yang secara fisik hidup pada masa sekarang, tetapi hati dan pikirannya masih berada pada masa lalu. Banyak orang masih terbelenggu dengan apa yang dialami di masa lalu. Karena itu mereka tidak bisa mengungkapkan potensi mereka secara maksimal.

Seorang gadis yang terus terkenang dengan pacar lamanya, sehingga ia tidak bisa bahagia dengan pacarnya yang sekarang. Seorang pemuda yang terus dikejar penyesalan karena pada masa lalu ia pernah melakukan tindakan sangat tercela. Sungguh, betapa tidak nyamannya hidup dalam “penjara masa lalu”. Sangat menyesakkan.

Kadang masa lalu itu memang terlalu menyakitkan atau kadang terlalu menyenangkan sehingga membuat kita sulit untuk melupakannya. Membuat kita tergoda untuk melihat lagi ke belakang, padahal seharusnya kita terus melangkah dan menatap ke depan.

Betapa pun masa lalu yang telah kita alami, manis atau pahit, semuanya sudah berlalu. Dan hidup kita tidak pernah surut ke belakang. Masa lalu baik untuk kita jadikan cermin, tetapi akan tidak baik kalau terus-menerus kita “pegang”. Sebuah ungkapan bijak: Kemarin adalah kenangan, esok adalah misteri, hari ini adalah kenyataan.

Iya..jangan sia-siakan masa kini hanya untuk sebuah masa lalu yang sudah mati.

LEARN FROM THE PAST..LIVE IN THE PRESENT..BELIEVE IN THE FUTURE!
 

Source       : jampitoe.wordpress.com
Picture by  : hendarstory.blogspot.com

Friday, May 4, 2012

STOP..LOOK..LISTEN


Sewaktu saya masih kecil, ketika kereta api akan melewati persimpangan kereta api, penjaga kereta api akan menurunkan palang kereta api, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Palang kereta api biasanya tergantung di atas, tetapi di Taiwan, ada sebuah papan rambu di depan palang kereta, yang tertulis: “Berhenti, Melihat, Mendengar”. Tiga kata ini untuk memperingatkan pengendara dan pejalan kaki yang lewat, memperhatikan apakah ada kereta api yang akan lewat di sana.

Dalam hati saya pernah berpikir : “Berhenti, Melihat, Mendengar” tiga kata ini, jika diterapkan dalam pergaulan atau hubungan antar manusia, sebenarnya sangat sesuai. Bisa mengurangi timbulnya bentrokan atau perselisihan, juga mengurangi perilaku yang suka memukul dan memaki orang seenaknya. Di bawah ini ada kisah kecil, yang bisa mendukung pemikiran saya.

Ada seorang ibu menelepon seorang arsitek yang merancang rumahnya, bahwa tempat tidurnya dapat bergeser ketika kereta api lewat. Arsitek itu menjawab: “Ini tidak mungkin! Coba saya buktikan sendiri.”

Setelah arsitek itu tiba di sana, ibu itu memberi saran kepadanya untuk berbaring di ranjangnya, agar mengalami sendiri saat kereta api lewat nanti. Baru saja arsitek itu rebah di atas ranjang, suami ibu itu kebetulan pulang ke rumah.

Melihat pemandangan itu, sang suami menghardik dengan keras: “Mengapa Anda berbaring di ranjang saya?”

Dengan suara ketakutan arsitek itu menjawab: “Apakah Anda percaya, jika saya katakan sedang menunggu kereta api?”

Peran sang suami dalam cerita ini, sudah sewajarnya menggunakan pengalamannya untuk menganalisa kondisi yang dia lihat. Memahaminya berdasarkan pemikirannya sendiri: arsitek tersebut telah berselingkuh dengan istrinya. Siapa pun orangnya, walau dia memiliki daya khayal yang tinggi, juga sulit memahami bahwa seorang arsitek masuk ke kamarnya dan berbaring di ranjang hanya untuk menunggu kereta api lewat.

Saya sering berpikir, ketika konflik diantara manusia, jika seseorang sebelum “memukul atau mencaci orang lain”, bisa berhenti sejenak, lalu melihat keadaan orang lain, serta mau mendengar alasan yang dikatakan orang lain, maka cacian dan perkelahian itu bisa dihindari. Selain itu, jika sering kali menemui pengalaman seperti ini, maka empati orang tersebut juga akan bertambah, lama kelamaan, rasa belas kasihnya juga akan berangsur-angsur berkembang.

Sebaliknya, seseorang yang tidak pernah melakukan “Berhenti, Melihat, Mendengar”, melihat orang lain tidak searah dengan hatinya, langsung mengarahkan tombak keluar, diayunkan ke arah lawan. Maka orang tersebut mungkin tidak ada kesempatan untuk belajar berempati. Dalam jangka waktu panjang orang tersebut, mungkin akan menjadi mati rasa (tidak berperasaan), dingin, hatinya keras bagaikan batu dan besi.

"BERHENTI, MELIHAT, MENDENGAR, " PERILAKU YANG SEDERHANA..TETAPI ADEGAN SELANJUTNYA SEPERTI PERTENGKARAN ATAU AKIBAT YANG LEBIH BURUK BISA DIHINDARKAN.

Source : The Epoch Times (Huang Jin Yuan)

Wednesday, May 2, 2012

THIS TOO SHALL PASS

Apakah anda sedang menghadapi masalah besar?  Anda ada di dalam kekalutan?  Ijinkan saya menceritakan kisah Raja Salomo dan Panglima Benaya Bin Yodaya.

Raja Salomo terkenal amat bijak. Dia senang akan pengetahuan. Suatu hari ia ingin menggoda Benaya, panglimanya yang sangat hebat dari segi ilmu perang, tapi menurut Salomo kurang berhikmat.

“Benaya, saya menugaskan engkau mencari Cincin Sakti”

“Apa kesaktian cincin ini, Baginda?”

“Hanya dengan memandang cincin ini, orang gembira akan menjadi sedih, dan orang sedih akan menjadi gembira”, jelas Salomo.

Maka berangkatlah Benaya ke seluruh pelosok kerajaan, mencari Cincin Sakti ini. Upayanya nyaris sia-sia, sampai suatu hari ia bertemu seorang kakek pedagang yang datang dari jauh. Dengan berharap cemas, Benaya bertanya mana tahu sang kakek ini tahu Cincin Sakti. 

Mendengar penjelasan Benaya, sang kakek mengeluarkan cincin emas dan mengukirkan tiga kata di situ, lalu menjualnya kepada Benaya.

Benaya membacanya dan tersenyum. Pencariannya telah berakhir.  Segera ia datang ke singasana Raja Salomo.  Melihat Benaya datang, Raja dan para menteri tersenyum geli. Mereka merasa berhasil mempermainkan Benaya.

Dengan senyum lebar Raja Salomo memandang cincin itu, dan saat ia membaca ketiga kata yang terukir di sana, wajahnya berubah cemberut. Di situ tertulis: “Gimel Zayin Yud”, artinya “Inipun akan berakhir!”.

Raja Salomo menyadari, semua kehebatannya, semua hikmatnya, akan berakhir.  Suatu saat ia akan kembali menjadi debu.  Wajahnya berubah dari gembira menjadi sedih.  Persis seperti yang ia minta pada Benaya.

Tapi tiga kata itupun menjadi sumber kekuatan bagi begitu banyak orang yang menderita.

“Inipun akan berakhir (This too shall pass)”

Ini menjadi sumber kekuatan Abraham Lincoln ketika menghadapi masalah perang sipil.  Ini menjadi kekuatan Martin Luther King saat menghadapi penindasan terhadap kulit hitam. Dan Presiden Obama pun menggunakan “cincin sakti” ini saat menghadapi krisis ekonomi yang hebat.

Banyak kita sangat tertekan karena merasa bahwa masalah yang kita hadapi, kesulitan yang kita alami itu, penyakit yang kita idap, situasi buruk yang melingkupi kita itu bersifat permanen.  Selama-lamanya.

Padahal tidak.  Kata Cincin Sakti itu juga “Gimel zayin yud..”,  Tidak ada yang kekal. Termasuk kesulitan kita.

JADI SAAT PIKIRAN KITA DIGANGGU DENGAN BEBAN MASALAH. JANGAN KUATIR..ITU CUMA SEMENTARA..ITU CUMA TRANSISI..THIS TOO SHALL PASS!
-Armein Z. R.

Source      : jampitoe.wordpress.com
Picture by : anguishedrepose.com



Wednesday, April 25, 2012

HIKMAH SEBUAH KATA

Di suatu kampung bernama kampung manggis tinggal seorang pemuda bernama Banu, di kampungnya Banu terkenal brutal dan emosinya yang tidak terkontrol. Dengan sikapnya yang begitu dia bukannya disegani masyarakat. Eh malahan dia ditakuti dan kalau bisa mereka tidak mau cari masalah dengan dia. Salah-salah malahan bogem mentah melayang.

Hari itu panas matahari terasa sangat menyengat. Si Banu jalan-jalan di pasar buat membeli keperluan sehari-hari. Seperti biasa tiap kali Banu jalan-jalan di pasar pasti serasa jalan itu punya engkong nya. Bukan berarti jalanan sepi senyap kayak kuburan lho. Ternyata masyarakat yang ada udah pada nyingkir radius 1 meter dari dia. Salah-salah ada yang nyenggol si Banu, pulang-pulang muka bisa hijau lebam.

Tiba-tiba ada Bapak paruh baya yang sedang buru-buru menabrak dia sampai barang belanjaannya Banu jatuh berceceran di lantai. Dapat ditebak gimana reaksi si Banu. Mukanya jadi merah, luapan emosinya udah sampai ke ubun-ubun.

Banu : “Hei Paakk..matamu di taroh dimana??” ”Jelas-jelas badan gw sebesar ini..apa masih kurang gede??”

Tanpa sempat berkata apa-apa, Bapak yang gemetaran tersebut langsung di cangking kerah bajunya dan diberi 3 tinjuan. Masyarakat yang lalu lalang pun hanya dapat iba atas nasib bapak tersebut dan sepeninggal Banu langsung membantu Bapak tersebut berdiri.

Pada suatu hari saudara si Banu datang dari kampung seberang. Orangnya tenang, sabar, dan tidak gampang emosian, jauh berbeda dengan Banu. Pemuda itu bernama Iman.

Besok nya si Iman ceritanya minta diajak jalan-jalan sama si Banu. Maklum si Iman belum pernah datang ke kampung nya Banu.

Seperti biasa jalan-jalan seakan milik mereka berdua. Kayak jalan tol bebas hambatan, tentu saja karena perangainya Banu.

Ceritanya lagi ada seorang kakek yang menabrak Iman. Bruuuuuuk..keduanya terjatuh. Si Banu membantu Iman berdiri dan kakek tersebut bangun sendiri. Si Banu ikut naik pitam biarpun bukan dirinya yang ditabrak tetapi saudaranya.

Iman : “Kek, Maaf yah udah nabrak kakek. Apakah ada yang luka?”

Kakek :”Gak apa cu, kakek juga salah habis kakek jalan asal nyelonong ajah.”

Pada hari itu si Banu diajarkan si Iman pelajaran berharga mengenai kata “Maaf”.

Pemandangan yang jauh berbeda jika kakek tersebut bertemu sama si Banu, dijamin suasananya pasti akan panas. Banu tidak mau menerima alasan apapun, jika ada yang telah mengganggunya pasti tangannya ikut “bermain”. Bogem mentah pun melayang.

Dalam perjalanan pulang dia bertanya pada Iman.

Banu :”Man, kog tadi kamu biarin ajah tuh si kakek nabrak kamu?gak kamu hajar ajah tuh kakek?lagian juga bukan kamu yang salah ngapain minta maaf”

Iman :”Gag dunk nu, itu kan hal yang sepele. Emang sih si kakek yang nabrak tapi kan kasihan kalau dia musti digebukin.”

Iman :” Apalah arti kata “Maaf”, biarpun bukan kita yang nabrak dia doloan, tapi dengan adanya kata “Maaf” akan membuat suasana lebih nyaman dan tenang.

Manusia di kehidupannya sehari-hari, seringkali hanya karena masalah sepele bisa menimbulkan percekcokan, pertengkaran, permusuhan, bahkan dalam skala besar bisa menimbulkan peperangan. Semua berpangkal pada keinginan memuaskan ego atau gengsi manusia yang merasa benar sendiri, mau menang sendiri. Kalau itu tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka akan timbul dampak kelanjutannya berupa lahirnya kebencian, dendam, dan penderitaan yang berkepanjangan.

Jika manusia mampu meredam ego, mau menang sendiri, dan berinisiatif mengakui kesalahan dan memohon maaf, seperti cerita di atas tadi, maka banyak masalah pertengkaran dan permusuhan bisa diredam bahkan dihilangkan. Sebagai gantinya, akan lahir kedamaian dan keharmonian yang seutuhnya.

MENGAKUI KESALAHAN DAN MEMINTA MAAF MEMBUTUHKAN JIWA BESAR. BERJIWA BESAR TENTU BUTUH BELAJAR DAN BERLATIH DI SETIAP KESEMPATAN.

Source       : rahasia-masa-depan.blogspot.com (William Eight)
Picture by  : spotgooblog.blogspot.com

Sunday, April 15, 2012

AKU MERASA SANGAT KESEPIAN

 


Aku merasa sangat kesepian ketika aku meninggalkan Misa di Katedral Saint Patrick di jantung kota New York.

Tiba-tiba saya didekati oleh orang brasil:

” Saya sangat perlu bicara dengan Anda, ” Katanya

Aku begitu senang dengan pertemuan ini dan mulai bicara tentang segala sesuatu yang penting bagi saya. Saya berbicara tentang sihir, berkat Tuhan, dan cinta. Dia mendengarkan segala sesuatu dalam keheningan, mengucapkan terima kasih lalu pergi.

Bukannya merasa senang, aku merasa kesepian yang lebih daripada sebelumnya. Kemudian menyadari bahwa dalam antusiasme saya, saya tidak memberikan perhatian pada apa yang diinginkan orang itu.

"Oiiiii...Bicaralah padaku.."

Aku melemparkan kata-kataku ke angin, karena itu bukan apa yang alam semesta inginkan waktu itu. Saya akan jauh lebih bermanfaat jika saya harus mendengarkan apa yang dia katakan.

Paulo Coelho

KEINDAHAN ADALAH GAMBAR YANG KAU LIHAT  WALAU KAU MENUTUP MATAMU...DAN NYANYIAN YANG KAU DENGAR WALAU KAU MENUTUP TELINGAMU. 
-Kahlil Gibran

Source : ahmadyunus.tumblr.com

Thursday, April 12, 2012

PUT MEANING IN YOUR JOB

Reaksi seperti apa yang Anda temukan dari seorang penjaga pintu tol setiap kali melintasi pintu tol dan membayar tiket? Hampir sebagian besar reaksi penjaga pintu tol berdiam diri saja sambil memberi karcis, memberikan uang kembalian, bahkan sama sekali tidak melihat wajah pengendara yang melintas.

Akan tetapi, pernah ketika melewati salah satu pintu tol, saya menemukan penjaga karcis yang sedang bertugas memberikan uang kembalian sambil tersenyum, dan sempat melontarkan sebuah kalimat yakni :

“Terima kasih Pak. Hati-hati di jalan.”

Hal yang terkesan sederhana, tapi begitu bermakna untuk saya secara pribadi. Karena selama ini ketika melintas pintu tol, saya belum pernah menemukan pelayanan yang sedemikian ramah dan peduli dengan keselamatan pengemudi yang melintas.

Apa yang dilakukan penjaga karcis tol tersebut tentu berbeda dari kebanyakan rekannya yang lain. Rekannya yang lain hanya berdiam diri, bahkan tidak menyapa pengemudi yang melintas, tapi hal tersebut tidak dilakukan penjaga karcis tol ini.

Mengapa bisa berbeda cara kerja mereka? Padahal jika penjaga karcis tol ini mau, ia tentu bisa saja mengikuti cara kerja rekannya yang lain. Ini adalah masalah PILIHAN!

Penjaga karcis tol ini memilih untuk memaknai pekerjaannya dengan positif. Banyak orang menganggap pekerjaan sebagai penjaga karcis tol adalah pekerjaan yang menjenuhkan. Setiap menit, setiap jam harus melayani ratusan pengendara mobil yang melintas.

Iya..titik jenuh mungkin saja dialami oleh penjaga karcis tol tadi, tapi ia mencoba mengatasinya dengan menjalin hubungan yang positif dengan pengemudi yang melintas. Saat itu, ia tidak sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ia bekerja tidak sekadar demi uang semata. Tapi ia bekerja karena ada sebuah makna yang ingin ia berikan kepada orang lain. Ia ingin menjadi orang yang punya pengaruh dan dampak yang positif untuk orang lain.

Ketika seseorang memberi arti terhadap pekerjaannya, maka ia akan jauh lebih bersemangat. Adakalanya manusia jenuh dan lelah dengan aktivitasnya sehari-hari, akan tetapi jika mau memaknai pekerjaannya, dan melihat bahwa apa yang dilakukannya setiap hari memiliki dampak yang luar biasa untuk orang lain, maka sebenarnya ia telah memberi nilai manfaat yang luar biasa untuk banyak orang.

JADILAH TERANG BUKAN GELAP SEHINGGA KEHADIRAN KITA DI DUNIA INI MAMPU MENYINARI LINGKUNGAN KITA :)
 

Source       : muk kuang (topmotivasi.com)
Picture by  : ecards.myfuncards.com

Saturday, April 7, 2012

CINTA ITU BUTA

Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta. Anda percaya? Kalau Anda tidak, saya percaya.

Ketika seorang pemuda jatuh cinta, ia tidak akan melihat gadis pujaannya itu berasal dari mana, apa pekerjaannya, bahkan sifat-sifat buruknya tidak akan diperhatikannya. Yang ia lihat hanyalah semua keelokan dan kebaikan si gadis, entah kecantikannya, kecerdasannya, atau kelemahlembutannya. Ia pun hanya memikirkan bagaimana caranya menyenangkan gadisnya atau membuat sang gadis menjadi miliknya. Ia tidak mempedulikan omongan miring dari teman-temannya tentang si gadis. Baginya, gadis itu begitu sempurna dan tak ada gadis lain yang dapat menandingi pujaan hatinya itu. Pokoknya gadis itu paling hebat!

Hm..barangkali cinta Tuhan kepada kita juga buta. Bagaimana tidak buta kalau Dia tidak lagi melihat sifat-sifat buruk yang ada pada kita. Bahkan sepertinya Dia lupa kalau kita sering mengkhianati-Nya. Dia tidak pernah berhenti mendekati kita. Meskipun kita sering kali menolak- Nya, Dia tetap saja datang dan mengulurkan tangan buat kita. 

Wah, hebat betul Tuhan itu! Dia seperti seorang pemuda yang sudah berulang kali datang melamar gadis pujaan-Nya, tetapi selalu ditolak. Biarpun lamaran-Nya diterima, Dia masih saja dikhianati, dibohongi. 

Saya kadang berpikir, kok bisa-bisanya Tuhan itu begitu sabar terhadap kita.

Coba hitung, dalam sehari, berapa kali kita tidak jujur kepada-Nya? Sudah berapa banyak kata ejekan yang kita ucapkan kepada sesama? Sudah berapa orang yang kita benci? Atau sudah berapa kali kita merusak dan mengabaikan ciptaan-Nya? Rasanya kita terlalu sering berlaku tidak adil kepada-Nya. 

Coba bandingkan, jika kita menyimpan barang pemberian kekasih kita dengan begitu baik, apa yang telah kita lakukan dengan alam pemberian Tuhan ini? Dia menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Dia sungguh-sungguh tulus memberi kita alam yang begitu indah. Namun, ternyata kita dengan enak merusaknya sehingga tidak heran jika terjadi bencana alam di mana-mana. Yang banjirlah, tanah longsorlah, wah..wah..wah.. macam- macam saja ulah kita ini! Namun, Dia begitu setia kepada kita.

Paskah membuktikan bahwa kita sangat dicintai Tuhan. Dengan merayakan Paskah, kita mengenangkan kebesaran dan keagungan cinta-Nya. Namun rasa-rasanya tidak cukup jika kita hanya datang ke gereja, mengikuti perayaan Paskah, lalu pulang begitu saja. Satu hal penting yang dapat kita lakukan adalah mengubah sikap hidup kita. Mari kita tanggalkan manusia lama kita yang ogah-ogahan menanggapi cinta-Nya. Seandainya saja Tuhan merasa kita berlaku tidak adil dalam membalas cinta-Nya, apakah kita mau dan siap di "putus" oleh-Nya?

SELAMAT HARI PASKAH BAGI YANG MERAYAKAN :)

Source        : paskah.sabda.org 
Picture by   : apples4theteacher.com

Monday, April 2, 2012

HIDUP MEMBUTUHKAN PENANTIAN

Hidup memang membutuhkan penantian, bahkan hal-hal kecil seperti saat Anda memesan makanan di rumah makan yang baru saja buka dengan pelayanannya yang lambat sekali, maka Anda akan mendapatkan diri Anda menunggu dengan tidak sabar.

Anda juga harus menanti tanpa ada pilihan lain, saat mobil Anda melewati jalanan yang sangat ramai dan menemui lampu merah. Anda juga mau tidak mau harus menunggu ketika Anda pergi berbelanja atau membeli tiket bioskop di mana telah banyak orang yang mengantri di depan Anda.

Dalam masa penantian, manusia akan merasakan timbulnya suatu kerisauan hati tanpa sebab yang mengandung kejengkelan dan ketidaksabaran terhadap orang lain. Sebenarnya, bukan karena kita tidak memiliki cukup banyak waktu untuk menanti atau tidak sanggup melanjutkan penantian, tetapi karena penantian akan membawa kegelisahan pada diri kita.

Anda mengira tanpa penantian, langkah pergerakan Anda akan sedikit lebih cepat. Sebenarnya, pergerakan itu juga hanya bisa mengurangi sedikit rasa kegelisahan kita, tetapi dia tidak bisa membuat kita lebih cepat sampai ke tempat tujuan, kadang kala malah membuat kita menjauh dari tempat tujuan kita!

Ada seorang pemuda yang berjanji untuk bertemu dengan kekasihnya. Pemuda itu datang terlalu awal dan dia merupakan seorang yang tidak cukup sabar untuk menunggu, sehingga dalam proses menanti sang kekasih, pemuda ini selalu berkeluh kesah. Saat itulah, tiba-tiba di depannya munculah seorang bidadari. Bidadari itu memberikan si pemuda sebuah benda yang jika tombolnya ditekan, pemuda itu akan terhindar dari segala macam penantian.

Pemuda itu menekan tombol tersebut dan kekasihnya pun muncul di hadapannya. Kemudian pemuda itu pun berpikir, alangkah indahnya jika kami dapat menikah sekarang. Lalu ia pun menekan tombol itu lagi. Saat itu di hadapan matanya, munculah lokasi resepsi pernikahannya yang agung dan mewah, pemuda itu pun berjalan bersama kekasihnya di atas permadani merah. Tidak cukup sampai di sini, pemuda itu pun berpikir, alangkah bagusnya jika kami memiliki anak sekarang. Maka segala pemikirannya satu persatu telah menjadi kenyataan.

Dalam sekejap si pemuda telah mendapatkan apa yang dia inginkan, seperti istri, anak, rumah, dan karier. Tetapi ketika si pemuda melihat ke dalam dirinya, ia mendapatkan dirinya telah berubah menjadi tua renta. Karena selalu menuntut agar segala keinginannya segera menjadi kenyataan, banyak sekali hal-hal yang telah terlewatkan tanpa dia nikmati sebelumnya. Saat itu, dia baru menyadari bahwa dalam kehidupan ini menanti ternyata memiliki makna yang sangat besar. 

PENANTIAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANUSIA UNTUK BERTAHAN DAN BERSABAR DALAM MENGHADAPI SEGALA COBAAN :)

Source       :   The Epoch Times/lin
Picture by   :   awin145.blogspot.com

Thursday, March 8, 2012

KETIKA ORANG MESTI BERKORBAN

Saya pernah menonton tarian balet yang dimainkan oleh para penari profesional di kota Milwaukee, Amerika Serikat. Tarian itu dipentaskan dalam beberapa babak dengan berbagai cerita. Pentas tari balet itu juga diiringi oleh sebuah orkestra yang sangat profesional. Paduan musik begitu mempesona, sehingga membuat tarian balet itu semakin menarik disaksikan. Semua kursi yang ada di teater itu diisi penuh oleh para penonton, meski tiket masuk cukup mahal.

Yang menarik dari tarian balet itu adalah dalam salah satu episode, penari utama terjatuh. Ia seorang penari laki-laki yang sering mengikuti pentas tarian balet. Ia tergelincir. Ia menabrak dinding panggung. Ia tampak menahan rasa sakit yang luar biasa. Kakinya mengalami cedera. Namun ia berusaha untuk bangun. Dengan kaki yang pincang, ia meneruskan tarian itu hingga selesai. Ia memainkannya dengan sangat sempurna, seolah-olah kakinya tidak mengalami cedera.

Begitu selesai, para penonton langsung berdiri. Serentak mereka bertepuk tangan. Mereka mengagumi sang penari yang melaksanakan tugasnya dengan sangat profesional. Keesokan harinya, berita-berita di koran lokal memuji kehebatan penari tersebut. Foto-foto yang dipasang di halaman depan koran-koran lokal itu adalah foto pemuda itu dengan kaki kanan yang digips.

Penari itu seolah tidak menghiraukan cedera kakinya. Ia membiarkan kakinya sakit. Yang penting adalah ia dapat menghibur para penonton. Yang penting adalah tanggung jawab profesi yang mesti ia tunjukkan. Untuk itu, ia mesti berani berkorban. Ia berani mengorbankan hidupnya bagi orang lain.

Sahabat, tidak semua orang berani mengorbankan hidupnya bagi sesamanya. Banyak orang membuat perhitungan demi perhitungan, ketika harus berhadapan dengan situasi yang menuntut korban. Orang tidak serta merta berani mengorbankan hidupnya untuk sesamanya.

Kisah tadi mau mengatakan kepada kita bahwa korban itu bukan sekedar suatu tindakan heroisme. Tetapi berkorban itu suatu tindakan mulia. Suatu tindakan yang memberikan kemampuan orang untuk memiliki motivasi untuk memberikan hidupnya bagi sesama.

Kalau kita merefleksikan lebih dalam, sebenarnya hidup kita ini diwarnai oleh korban demi korban. Orang berkorban bagi sesamanya dengan bekerja keras dengan penuh tanggung jawab.

Ketika seorang ibu mesti menghadapi saat-saat yang mendebarkan untuk melahirkan anaknya, ia mengorbankan seluruh hidupnya. Baginya, yang penting adalah sang buah hati lahir dengan selamat. Ia tidak memikirkan lagi keselamatan dirinya. Ia seolah menyerah. Ia membiarkan tubuhnya sakit demi kehidupan sang anak.

Karena itu, kita diajak untuk berani mengorbankan hidup bagi orang lain. Berkorban itu membahagiakan. Berkorban itu menyenangkan, ketika orang berkorban dengan cinta yang mendalam.

SUATU CINTA YANG MEMAMPUKAN SESEORANG UNTUK MENYERAHKAN HIDUP BAGI SESAMANYA..TUHAN MEMBERKATI!

Frans de Sales, SCJ

Source       :   inspirasi-renunganpagi.blogspot.com
Picture by   :   lakonhidup.wordpress.com

Sunday, March 4, 2012

BILA KELEDAI MAU MENJADI JANGKRIK

Langit bertabur bintang. Angin malam berhembus sejuk, membelai pucuk-pucuk ilalang untuk bergoyang.

"Krik-krik-krik,krink-krink-krink“. Disana-sini para jangkrik bernyanyi merdu, seakan melantunkan puja-puji kepada Sang Pencipta Alam Semesta.

Seekor keledai menyimak nyanyian para jangkrik. Hatinya jadi iri. 

"Mengapa suara mereka merdu sekali? Mengapa suaraku jelek parau? Adilkah Tuhan?“

Keledai menyapa jangkrik. “Suara kalian indah! Apa sih yang kalian makan?“

Jangkrik balik bertanya. "Apa kamu ingin punya suara seperti suaraku?“

"Betul“ kata keledai. Aku ingin bersuara merdu seperti suara kamu!“

"Tapi itu tidak mungkin!“ kata jangkrik. "Kita beda. Suara beda! Karena mulutmu dan mulutku berbeda. Jadi, terima sajalah apa adanya.“

Keledai marah. Ia tak sudi dinasehati! "Katakan saja apa yang kau makan hingga suaramu jadi merdu!” Ia membentak.

Jangkrik berkata: "Kami hanya minum embun pagi dan makan sehelai rumput tiap hari!”

Keledai nekat. Setiap hari ia hanya minum embun pagi dan makan sehelai rumput seperti jangkrik. Tak makan yang lain. 

“Kalau jangkrik bisa, aku juga bisa!”

Apa akibat kesombongan keledai itu? Fatal..

Angin malam membelai pucuk-pucuk ilalang. "Krik-krik-krik, krink-krink-krink“. Para jangkrik melantunkan puja-puji kepada Sang Pencipta. Tapi Keledai tak lagi disana. Kelaparan telah merenggut nyawanya..

MENERIMA APA ADANYA DENGAN PENUH RASA SYUKUR MEMBUAT PIKIRAN KITA LEBIH JERNIH DAN HATI TENTRAM BAHAGIA.  


Source : erabaru.net (dongeng aesop)
 

Sunday, February 26, 2012

WHY WORRY?

Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung.

Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya.

Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia terbekap rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalau bensinnya habis dan tidak ada pom bensin di sana.

Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.

Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi,” kata pelancong kedua.

SERINGKALI KEKUATIRAN MEMBUAT KITA KEHILANGAN BANYAK HAL YANG BERHARGA DALAM HIDUP INI :)

Source      :  A Little Truth of Life (kaskus.us/showthread.php)
Picture by  :  sodahead.com

Thursday, February 23, 2012

PANGGUNG

Yang namanya panggung selalu heboh. Design dan lightingnya selalu wah. Apalagi kalau yang show adalah bintang terkenal. Selama dua jam panggung diguncang seolah ada gempa bumi. Semua penonton dibikin histeris seperti gila atau kerasukan.

Namun seheboh apapun..tak ada show yang tidak berakhir. Tak ada pentas yang tidak kembali menjadi gelap dan sepi. Tak ada penonton yang tidak bubar.

Di atas panggung show pernah ada Frank Sinatra..Elvis Presley..Freddie Mercury..Michael Jakcson dan maha bintang lainnya yang pada masa itu membuat penonton tergila-gila..lupa diri..lupa segalanya. Mereka dicintai..dikagumi..dijadikan idola..dijadikan bintang.

Namun tak ada bintang yang tak redup. Sama seperti panggung tempat mereka show..tak ada lighting yang tak padam..tak ada sound system yang menyala terus.

Iya..semua akan kembali sepi..sepi dan sunyi.

Dulu mereka pernah menghebohkan dunia..namun kini mereka semua telah menjadi masa lalu.

Begitulah hidup..kejayaan..kekayaan dan kemuliaan semuanya akan berlalu. Kedudukan dan kekuasaan tidak akan bertahan selamanya. Siapa pun kita..kalau bukan menjadi bintang di atas panggung ya jadi penonton di bawah pentas.

DIATAS ATAU DIBAWAH PANGGUNG SAMA SAJA..SEMUANYA AKAN BERLALU. YANG PENTING KITA BISA MENJALANKAN HIDUP INI DENGAN BAIK DAN BENAR..ITU SUDAH MERUPAKAN SUATU ANUGERAH.

Source      :  A little Truth of life ( kaskus.us/showthread.php)
Picture by  :   emotionallyhurts.wordpress.com

Wednesday, February 22, 2012

MENGAKUI KESALAHAN

Seorang anak bekerja membagikan koran. Suatu hari tanpa sengaja dia memecahkan kaca jendela seorang nenek langganannya. Karena takut, ia melarikan diri dan berharap tdk ada yg melihatnya.

Malamnya, anak itu terbayang kesalahannya, sehingga semalaman susah tidur.

Besoknya, saat mengantarkan koran, hatinya deg-degan. Nenek itu tersenyum. Anak itu hanya menundukkan muka tanpa berani memandang wajah nenek itu & segera berlalu melanjutkan pekerjaannya.

Selama beberapa hari, anak tsb merasa hatinya sungguh tidak tenang. Tidur terasa tidak nyenyak, makan pun terasa tidak enak.

Akhirnya ia bertekad untuk mengumpulkan uang dgn menyisihkan uang jajannya.

Setelah merasa cukup, suatu malam ia memasukkan uangnya ke dlm sebuah amplop. Juga secarik kertas bertuliskan:

“Maafkan saya karena telah memecahkan kaca jendela. Ini uang penggantinya. Terima kasih.”

Kemudian anak itu menyelipkan amplop tersebut melalui bawah daun pintu rumah nenek itu. Ia tersenyum dan malamnya tidur dengan nyenyak.

Esoknya ketika mengantarkan koran, ia melihat nenek itu tersenyum kepadanya seperti biasa. Hatinya terasa plong dan ia pun berani membalas senyumannya. Nenek itu berkata :

“Sebentar Nak. Saya ada kue untukmu.”

Nenek itu memberikannya sebuah bungkusan. Setelah berterima kasih, ia pun melanjutkan mengantarkan koran.

Sampai di rumah, ia membuka bungkusan kue tsb. Alanglah terkejutnya saat ia melihat sebuah amplop di antara kue, persis seperti amplopnya. Di dalamnya terdapat uang sebesar uangnya, dan secarik kertas bertuliskan:

“I’m proud of you” (saya bangga dengan kamu).

Anak itu terduduk lemas & terharu. Ternyata nenek tua itu telah mengetahui, tetapi tidak pernah menegurnya. Sungguh nenek yang bijak.

BISA BERLAKU BIJAK MENYELESAIKAN MASALAH..SELALU INTROSPEKTIF..

BERANI MENGAKUI KESALAHAN DAN MEMPERBAIKINYA..BARULAH MENDATANGKAN KETENTERAMAN DAN KEDAMAIAN DALAM JIWA.


Source       : A Little Truth of Life (kaskus.us/showthread.php)
Picture by  : finance.detik.com




Friday, February 17, 2012

UANG RECEH UNTUK CINTA

Anak kecil itu lari tergopoh-gopoh. Di tangan kecilnya tergenggam beberapa uang receh. Jumlahnya tak seberapa. Namun dia memiliki niat mulia. Uang itu diserahkan pada tim pengumpul koin untuk Bilqis. Bilqis Anindya Passa, demikian nama lengkapnya, adalah anak laki-laki yang baru berusia tujuh belas bulan.

Namun nasibnya sungguh tak beruntung. Dia diketahui mengidap penyakit atresia billier atau gangguan pada saluran empedu. Tayangan di televisi memperlihatkan kondisi perutnya yang besar dan matanya yang berwarna kuning. Sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati.

Untuk menyembuhkan penyakitnya, Bilqis harus menjalani operasi cangkok hati yang ongkosnya mencapai Rp 1 miliar. Orang tuanya tak mampu untuk membayar ongkos operasi sebesar itu. Akun Bilqis di Facebook pun dibuka dengan nama Koin Cinta Bilqis.

Beberapa sukarelawan kemudian ikut bergabung dalam gerakan mulia ini dalam membantu mengumpulkan koin bagi Bilqis. Media massa yang merupakan ujung tombak penyebaran informasi, sangat membantu dalam memberitakan penyakit yang diderita Bilqis, sekaligus kebutuhannya akan besarnya biaya operasi.

Publikasi gencar melalui media massa akhirnya membuat para tetangga pun tahu penyakit Bilqis. “Uang itu dari dua anak saya yang sengaja menukarkan uang logam. Semua untuk Bilqis. Namanya juga kita bertetangga, tentu kita bersaudara.” tutur Manih, tetangga Bilqis, yang ikut menyumbangkan 230 keping uang logam.

Pengumpulan dana semacam ini terilhami Gerakan Koin untuk Prita Mulyasari. Suatu gerakan dari masyarakat luas untuk mendukung Prita yang tengah menghadapi masalah hukum dengan sebuah rumah sakit. Prita dituduh telah mencemarkan nama baik pihak rumah sakit hanya karena berkeluh kesah melalui email.

Gerakan ini tentu saja membuat lega siapa pun. Di saat negara ini dinilai belum lagi mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi publik dengan baik, toh kepedulian publik teramat besar. Publik sama sekali tak banyak menuntut, tak banyak bicara, meski di luar sana misalnya, tengah terdengar pemberitaan tentang pembelian mobil mewah bernilai miliaran rupiah yang diperuntukkan bagi para pejabat negara.

Rakyat mungkin hatinya terluka dengan isu pembelian mobil mewah tersebut. Namun hati nurani mereka tetaplah murni. Mereka memilih tidak berteriak-teriak, memaki, ataupun menghujat.

Mereka justru merogoh kantongnya, mencari uang logam untuk disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan. Meski jumlahnya katakanlah tak seberapa. Koin atau receh. Memang ada yang menganggap tak banyak berarti, kecuali untuk uang kembalian atau alat untuk kerik pada saat tubuh masuk angin.

Namun uang receh jangan dianggap remeh. Dia dapat menjadi sebuah simbol cinta kasih. Uang receh menjadi penghubung kepedulian terhadap sesama. Tak perlu harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk dapat menyumbangkan koin. Karena siapa pun dapat tergerak hatinya untuk melakukan gerakan ini.

Gerakan ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang memerlukan uluran tangan dari kita. Sikap berbagi terhadap sesama perlu terus digalakkan. Anda tak akan rugi sedikit pun jika Anda mau berbagi terhadap sesama, walau hanya dengan sekeping uang logam.

Hukum kekekalan energi mengatakan, tiada energi yang hilang bila
dikeluarkan. Alangkah indahnya, bila mulai kini, kita semua mengumpulkan uang receh dalam sebuah wadah yang suatu saat akan berguna bagi saudara kita. Sumbangan atau uang itu memang akan berpindah tangan. Namun hakikatnya, dia akan kembali pada kita suatu saat nanti, dalam bentuk lain, yang akan menolong kita.

“KEBAHAGIAAN ANDA TUMBUH BERKEMBANG MANAKALA ANDA TURUT MEMBANTU ORANG LAIN. NAMUN BILAMANA ANDA TIDAK MENCOBA MEMBANTU SESAMA..KEBAHAGIAAN AKAN LAYU MENGERING. KEBAHAGIAAN BAGAIKAN SEBUAH TANAMAN..HARUS DISIRAMI SETIAP HARI DENGAN SIKAP DAN TINDAKAN MEMBERI." (– J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di Jacko Garry Indiana)

Source     : Spiritual Reflection-henlia.com (Oleh : Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media Komputindo, 2009)
Picture by : indonesia9.blogspot.com

Wednesday, February 8, 2012

APAKAH ANDA ISTERINYA TUHAN?


Suatu hari di New York City yang sangat dingin di bulan Desember. Seorang anak berumur sepuluh tahun tanpa alas kaki berdiri di depan sebuah toko sepatu sambil menahan dingin dan dengan serius memperhatikan sepatu-sepatu dari jendela toko tersebut.

Seorang perempuan mendekati anak itu sambil berkata “Sahabat kecilku mengapa engkau begitu ingin melihat sepatu-sepatu itu.

Anak itu menjawab “Aku ingin meminta sepasang sepatu kepada Tuhan.”

Perempuan itu menarik tangan anak itu dan mengajaknya masuk ke dalam toko tersebut dan meminta pelayan mengambilkan setengah lusin kaus kaki untuk anak itu. Kemudian ia meminta satu basin air hangat dan handuk kepada pelayan, dan pelayan itu dengan cepat mengambilkannya untuk perempuan itu.

Perempuan itu mengajak anak itu ke bagian belakang toko, kemudian berlutut dan membasuh kedua kaki anak tersebut, lalu mengeringkannya dengan handuk. Ketika mereka masuk pelayan toko  sudah menyediakan kaus kaki yang dipesan.

Kemudian perempuan itu memasangkan sepasang kaos kaki dan membelikan anak itu sepasang sepatu, kemudian ia juga mengikatkan tali sepatu anak itu,  sambil berkata kepada pelayan “Berikan semua kaus kaki itu kepadanya.”

Setelah selesai memasang sepatu perempuan itu pun menatap anak kecil itu sambil berkata  “Tak diragukan lagi,  Sekarang  pasti kau merasa jauh lebih nyaman, bukan?”

Ketika perempuan itu ingin pergi, anak itu menangkap tangannya dan menatapnya, sementara tetesan air mata keluar dari matanya, lalu anak itu bertanya: “Apakah anda isterinya Tuhan?”

TERKADANG CARA TUHAN MEMBERIKAN SESUATU KEPADA KITA DENGAN CARA YANG UNIK. DIA BISA MENGUTUS SESEORANG UNTUK MEMPERHATIKAN DAN MEMBERIKAN APA YANG KITA PERLUKAN. “MINTALAH MAKA AKAN DIBERIKAN KEPADAMU. CARILAH, MAKA KAMU AKAN MENDAPAT. KETOKLAH, MAKA PINTU AKAN DIBUKAKAN BAGIMU”  -Matius 7:7

Source : inspirasijiwa.com

Thursday, February 2, 2012

BERDOA AGAR DIBERI KEKUATAN

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba nyanyi. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final, salah satunya adalah Jennifer.

Sebelum pertandingan dimulai Jennifer menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa. Perlombaan dimulai, ternyata hasil akhir Jennifer yang jadi juara..Tentu Jennifer girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya :

“Hai kamu hebat ya.. kamu pasti tadi berdoa agar kamu menang bukan? :) ”

Jennifer menggeleng. “Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.”

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Jennifer ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta untuk dikabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

BERDOA UNTUK MENANG ITU BIASA..TAPI BERDOA UNTUK DAPAT MENGERTI KEHENDAK TUHAN SAAT KITA KALAH ITULAH IMAN YANG TEGUH!

Source : jawaban.com

Thursday, January 26, 2012

SAPAAN DAMAI

Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara sejak perang Korea lebih dari setengah abad lalu, tidak pernah reda. Bahkan, isu nuklir Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir membuat hubungan mereka semakin kritis. Upaya diplomasi melalui perundingan berjalan sangat alot.

Atas prakarsa bersama, rombongan musik New York Philharmonic dari Amerika, menggelar konser musik di Teater Agung Pyongyang, ibukota Korea Utara, pada tanggal 26 Februari 2008. Konser yang diusung oleh tim berjumlah 350 orang itu mendapat sambutan luar biasa. Banyak orang yang menyaksikan langsung atau melalui siaran televisi, terharu dan meneteskan air mata. Konser itu berhasil merengkuh hati warga Korea. Rupanya cara ini telah menjadi sapaan damai yang lebih ampuh ketimbang gunboat diplomacy (diplomasi ancaman perang) dan ancaman embargo.

Di dunia ini, sebuah dalil berkata, "Untuk menegakkan perdamaian, kita harus siap berperang." Namun bisa kita lihat sendiri kekerasan menimbulkan banyak dampak negatif yang sulit diatasi.

Untuk membuat dunia ini menjadi damai..dalam firman Tuhan kita diajak untuk menunjukkan kelemahlembutan..kita juga harus rela menghilangkan segala keirihatian..egoisme..dan sifat memegahkan diri yang kerap kali menjadi pemicu ketidakdamaian. Selain itu kita juga diminta untuk memilki hati yang murni..pendamai dan peramah. Melalui jalan inilah kita akan menuai damai. Inilah tantangan kita hari ini; menjadi pembawa damai di mana pun kita berada.

KEKERASAN LEBIH SERING MENIMBULKAN MASALAH BARU 

Source : rumahrenungan.blogspot.com