Kisah Kisah Kita

Monday, January 9, 2012

DI BELAKANG PRIA HEBAT ADA WANITA HEBAT

Thomas Wheeler, CEO Massahusetts Mutual life Insurance Company, dengan isterinya sedang melintasi jalan raya antar Negara bagian, dan Wheeler melihat petunjuk bahwa bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler dengan segera keluar dari jalur bebas hambatan dan menemukan stasiun pompa bensin  yang sudah tua dan hanya memiliki satu mesin pengisi bensin.

Setelah meminta satu-satunya petugas yang ada disitu untuk mengisi bensin penuh dan mengecek oli, Wheeler berjalan-jalan mengitari pompa bensin untuk melemaskan kakinya. Ketika kembali ke mobil ia melihat petugas itu sedang mengobrol akrab dengan isterinya. Obrolan mereka pun langsung berhenti ketika ia membayar bensinya. Ketika hendak masuk ke dalam mobil, Wheeler melihat petugas itu melambaikan tangan sabil berkata “Asyik sekali mengobrol denganmu!”

Setelah memasuki jalan raya, Wheeler bertanya kepada isterinya apakah ia mengenal lelaki itu, isterinya langsung mengiyakan bahwa mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.  Astaga! Ujar Wheeler, “Untung kamu menikah dengan saya, kalau tidak kau akan jadi isteri petugas  pompa bensin dan bukan isteri direktur utama.

Sayangku!  jawab isterinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama, dan kau...kau akan menjadi  petugas pompa bensin!

PENTING SEKALI UNTUK MENYADARI SIAPA YANG PALING MEMPENGARUHI DAN PALING MEMBERI SUMBANGSIH DALAM HIDUP KITA DAN MENGHARGAI BAHWA KESUKSESAN TIDAK PERNAH MERUPAKAN HASIL DAN USAHA PRIBADI!

Source : inspirasijiwa.com

Sunday, January 8, 2012

MELIHAT DARI PERSFEKTIF ORANG LAIN

Ketika saya duduk di sekolah dasar, saya terlibat perdebatan sengit dengan seorang anak lelaki di kelasku. Saya sudah lupa topik perdebatan kami, namun saya tidak pernah lupa pelajaran yang saya peroleh hari itu.

Saya yakin sekali bahwa sayalah yang benar dan teman saya yang salah. Sementara itu dia juga merasa yakin bahwa dialah yang benar dan saya salah. Maka guru kami memutuskan untuk memberikan pelajaran yang sangat penting untuk merelai kami berdua.

Ia menyuruh kami maju ke depan kelas, dan menyuruh saya berdiri di satu sisi meja dan menyuruh teman saya untuk berdiri di sisi berlawanan. Kemudian guru kami meletakkan benda yang cukup besar dan berbentuk bundar di atas meja di tengah-tengah kami.

Kemudian guru itu bertanya kepada saya :

“Warna apa benda ini?”

Dengan jelas saya melihat bahwa benda yang berada di depan saya berwarna hitam. Kemudian guru itu bertanya pada teman saya :

“Warna apa benda yang ada dihadapanmu?

“Putih!” sahutnya.

Aku tak percaya mendengar jawabannya, sebab jelas-jelas bahwa benda yang berada dihadapan saya berwarna hitam, tetapi mengapa teman saya berkata bahwa benda itu berwarna putih, sejenak kami mempertahankan pendapat kami masing-masing dengan yakin.

Guru kami kemudian meminta kami bertukar posisi, saya berdiri di posisi teman saya dan teman saya berdiri di tempat saya berdiri sebelumnya. Kemudian guru kami bertanya kepada saya :

“Sekarang, apa warna benda yang ada di depanmu?”

Dengan terpaksa saya menjawab :

“Putih!”

Dan guru kami bertanya kepada teman saya :

“Apa warna benda yang ada di depanmu?”

Dengan yakin teman saya menjawab :

“Hitam!”

Iya..sebab benda itu ternyata mempunyai dua sisi dengan warna yang berbeda, dari sisi satu berwarna hitam dan di sisi lain berwarna putih.

Hari itu saya mendapatkan pelajaran berharga. Kita mesti dapat menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat situasinya melalui apa yang mereka pandang, supaya kita benar-benar memahami persfektif mereka. (Judie Paxton)

Seringkali kegagalan berkomunikasi dan kegagalan menyampaikan pesan atau keinginan seseorang mengalami kegagalan oleh karena seseorang terlalu memaksakan persfektifnya dan menganggapnya dengan yakin bahwa dialah yang benar dan melihat orang lain yang salah.

Terkadang kita belum membaca dan belum memahami situasi orang lain secara lengkap namun sudah mengambil kesimpulan dan mengambil sikap berlawanan sehingga komunikasi atau relasi menjadi bermasalah.

MAMPU MENEMPATKAN DIRI DENGAN BAIK PADA POSISI ORANG LAIN DAN BENAR-BENAR DAPAT MEMAHAMI SITUASI MEREKA AKAN MEMBUAT KOMUNIKASI DAN RELASI MENJADI JAUH LEBIH BAIK DAN TERHINDAR DARI KONFLIK-KONFLIK YANG MERUGIKAN.

Source : inspirasijiwa.com

Friday, January 6, 2012

BANTULAH ORANG LAIN MAKA ANDA BAHAGIA

Di akhir abad 19 ada seorang anak orang kaya dan anak seorang miskin yang hidup di daerah yang sama. Sang anak orang kaya itu selalu mengenakan pakaian-pakaian bagus dan mahal, tinggal di rumah yang sangat bagus dan memiliki banyak makanan yang sangat bergizi. Sedangkan si anak miskin itu selalu mengenakan pakaian sederhana, di rumah yang sangat sederhana dan kadang-kadang tidak memiliki makanan yang cukup.

Suatu hari kedua anak itu bermain bersama dan terjadi perkelahian yang kemudian dimenangkan oleh anak yang kaya. Si anak itu miskin bangkit dan membersihkan debu dari tubuh dan pakaiannya, dan berkata :

“Kalau saya bisa makan seperti makanan yang kamu makan, saya juga pasti bisa menang!”

Lalu kemudian anak miskin itu pergi meninggalkan anak kaya itu. Anak kaya itu terdiam dan terkejut dengan apa yang ia dengar, hatinya tertusuk karena dia tahu apa yang dikatakan anak itu ada benarnya.

Anak orang kaya itu tidak pernah melupakan pengalaman hari itu, dan sejak hari itu ia mengubah sikap dan gaya hidupnya, ia menolak semua pencitraan anak emas oleh karena ia anak orang kaya. Dia dengan sengaja mencoba merasakan penderitaan orang miskin.

Keluarganya sering merasa malu dengan apa yang ia pakai, tapi anak itu tidak pernah merasa malu dengan apa yang dia pakai. Anak itu tidak pernah lagi membanggakan kekayaan orangtuanya atau menggunakan kekayaannya walau pun keluarganya sering memaksanya untuk menggunakannya.

Sejarah tidak mencatat nama anak miskin yang bertengkar dengan anak orang kaya ini, namun sejarah mencatat nama, karya dan keputusan anak orang kaya yang punya belas kasihan pada orang miskin ini. Sejarah mencatat namanya, Albert Schweitzer yang lahir di Jerman, 14 Januari 1875 dan meninggal 4 September 1965. Ketika ia telah mencapai gelar tertinggi di beberapa bidang sekaligus, menjadi seorang ahli fisika, filsuf, teolog dan dokter kelas dunia.

Komitmennya adalah untuk memperhatikan dan mengasihi orang miskin dan hal itu tidak terbendung. Justru ketika ia telah mencapai puncak aktualisasi dirinya, Albert Schweitzer memutuskan untuk melayani orang-orang miskin di Afrika sebagai pendeta dan dokter misionaris.

Tidak banyak orang yang seperti Schweitzer dan yang berdampak bagi dunia. Ia bukan hanya dikagumi di Afrika, namun ia telah menjadi contoh bagaimana seorang pribadi dalam kualitas maksimalnya mendedikasikan dirinya bagi kesejahteraan orang banyak.

Tidak banyak orang yang mencapai kepuasan hidup, karena kebanyakan orang berusaha mensejahterakan dirinya sendiri. Schweitzer mendapatkan kepuasan hidup melalui mensejahterakan orang lain. Suatu penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang fokusnya pada diri sendiri, tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang besar dan tidak akan bahagia.

Jika Anda ingin menghasilkan sesuatu yang besar dan ingin menjadi seorang yang berbahagia, dedikasikanlah hidup Anda untuk kepentingan banyak orang.

"DEMIKIANLAH HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA DI DEPAN ORANG..
SEHINGGA MEREKA MELIHAT PERBUATAN YANG BAIK DAN MEMULIAKAN BAPAMU YANG DI SORGA." Matius 5:16

Source : inspirasijiwa.com

Thursday, January 5, 2012

PACO..PULANGLAH!

Ada satu cerita pendek yang ditulis oleh Ernest Hemingway yang bercerita tentang satu keluarga yang tinggal di kota kecil di Spanyol. Suatu hari diceritakan terjadi suatu pertengkaran hebat antara ayah dengan anaknya yang masih remaja dalam keluarga itu. Entah karena kemarahan atau kata-kata keras yang keluar dari mulut sang ayah, keesokan harinya sang ayah menemukan ranjang anaknya kosong dan anaknya telah kabur dari rumah.

Dengan diliputi rasa sedih dan gelisah sang ayah terus mencari anaknya, dan akhirnya diketahui bahwa anak itu telah pergi ke kota Madrid. Sang ayah menyadari akan bahaya dan dampak dari pergaulan buruk dan tindak kriminal di kota besar seperti Madrid, maka ia bergegas menuju kota Madrid. Namun ia juga kebingungan mencari dimana keberadaan anaknya, dia tidak dapat menemukan anaknya di kota yang sangat besar seperti itu.

Kemudian ia mempunyai ide untuk memasukkan pencarian anaknya ke surat kabar ibu kota, dan kemudian ia menuliskan di koran “El Liberal,” dengan tulisan :

“Paco.. Pulanglah! Temui papa di hotel Montana selasa siang, semua sudah dimaafkan."

Pada selasa siang seperti dituliskan di surat kabar “El Liberal” sang ayah pergi menuju hotel Montana, dan betapa kagetnya sang ayah ketika tiba disana, ia melihat ada 800 anak yang berkumpul untuk mencari ayah mereka.

Istilah “Paco” adalah sebutan atau nama panggilan untuk seorang anak laki-laki di Spanyol, jadi wajar saja banyak anak yang datang kesana. Namun jumlah 800 anak sangatlah banyak, dan memberi petunjuk bahwa banyak sekali anak-anak yang kehausan kasih dari ayah mereka.

Seringkali konflik dan perbedaan pendapat antar orangtua dan anak terjadi dalam rumah tangga, dan anak-anak mudah sekali tersinggung oleh sikap dan kata-kata orangtua mereka. Mudah sekali bagi mereka untuk mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan rumah atau mengambil sikap acuh tak acuh dan tak mau berbicara lagi dengan orangtua mereka.

Peristiwa di atas memberi suatu pelajaran bahwa banyak sekali anak-anak yang terlantar di luar sana dan sangat membutuhkan kasih. Mereka mengharapkan uluran tangan dan kasih sayang serta pengampunan atas kesalahan yang mungkin mereka pernah lakukan.

Dengan sedikit perhatian, perasaan dikasihi, dirindukan dan dengan jaminan pengampunan, mereka akan segera kembali kepada orangtuanya. Kebanyakan anak-anak remaja sulit sekali untuk merendahkan diri mereka lalu datang meminta maaf kepada orangtuanya.

Saya yakin bahwa 800 “Paco” berharap bertemu dengan ayah mereka sambil membuka kedua tangan mereka menunggu ia berlari untuk kemudian dipeluk ayahnya.

Mereka membutuhkan suatu rasa aman dan suatu penerimaan dan jaminan bahwa mereka diampuni. Mereka ingin mendengar kata-kata dari orangtua mereka:

“SEMUA SUDAH DIMAAFKAN..KAMU DIMAAFKAN..PULANGLAH KE KELUARGAMU..KAMI MENGASIHIMU!"

Source : inspirasijiwa.com

Wednesday, January 4, 2012

NILAI SEBUAH KADO

Ketika saya berumur 7 tahun, saya mendengar mama menelpon temannya dan sepertinya ia ditanya sesuatu. Mama tersipu mengiyakan bahwa besok adalah hari ulang tahunnya.

Setelah mendengar pembicaraan itu, saya tiba-tiba teringat dua hal.

Pertama adalah saya sama sekali tidak tahu bahwa mama juga mempunyai ulang tahun. Kedua adalah didalam ingatan saya mama sama sekali tidak pernah menerima kado ulang tahun.

Setelah mengetahui ulang tahun mama, ada hal yang perlu saya lakukan. Saya memecahkan tabungan babi saya dan mengeluarkan semua uang yang ada didalamnya. Kemudian saya pergi ke sebuah toko dekat rumah kami, membeli sebuah pita rambut yang berwarna-warni lalu membungkusnya dengan kertas kado.

Rambut mama sangat indah, tetapi dia selalu menyanggulnya lalu dengan sebuah kerudung hitam menutupinya. Saya rasa rambut mama yang indah sepantasnya harus memakai pita yang warna-warni ini, mama pasti akan suka kado yang saya berikan ini.

Keesokan harinya, saya datang ke hadapan mama, memberikan kepadanya kado yang dibungkus dengan kertas kado yang cantik ini serta berkata, “Mama, selamat ulang tahun!”

Mama yang sedang membereskan peralatan makan menghentikan pekerjaannya, tidak mengucapkan sepatah katapun. Lalu perlahan-lahan dia membuka kertas kado, tiba-tiba saya melihat didalam mata mama ada air mata. Entah kenapa, ketika mama melihat pita rambut ini mama tiba-tiba menangis.

“Mama, maaf, saya telah melakukan kesalahan apa?” saya mengira saya melakukan kesalahan sehingga membuat mama menangis, saya menjadi gelisah.

“Sayangku, mama sangat gembira!” kata mama.

Saya memandang ke matanya, bola mata mama penuh airmata tetapi wajahnya sedang tersenyum.

"Engkau tahu, kenapa mama menangis? Karena, ini adalah hadiah pertama seumur hidup yang pernah mama terima," kata Mama dengan bangga.

Mama lalu mencium pipi saya, sambil menggerakkan badannya mama berkata kepada kakak saya, “lihat, lihat, ini hadiah ulang tahun yang diberikan oleh Richard.”

Berikutnya dia mengatakan lagi kepada papa saya, “Lihat, lihat ini hadiah ulang tahun yang diberikan oleh Richard.”

Setelah selesai berkata dia menyisir rambutnya dan memasang pita yang saya hadiahkan.

Papa lalu berkata, “Richard, sewaktu papa kecil, papa sama sekali tidak terpikir memberi kado kepada orang tua, biasanya hanya orang tua yang memberikan kado ulang tahun untuk anak kecil. Mamamu masa kecilnya sangat miskin, papanya sama sekali tidak pernah memberikan kado ulang tahun. Tetapi hari ini, coba engkau lihat engkau membuat mamamu sangat gembira. Hal ini menyadarkan saya bahwa kado ulang tahun adalah hal yang sangat penting. Yang saya akan katakan adalah anakku, engkau telah memulai sesuatu hal yang baik.”

Perbuatan saya sebagai awal yang baik, mulai saat itu, setiap tahun ketika mama ulang tahun dia akan mendapat kado ulang tahun dariku, kakak dan papa. Tentu saya, ketika kami semakin dewasa, sudah dapat mencari uang, kado yang kami berikan semakin lama semakin mahal. Ketika kami mengadakan pesta ulang tahun mama yang ke-70, saya bergabung dengan kakak memberikan kalung berlian dan permata kepada mama, yang langsung dipakainya dihadapan para tamu sanak famili.

Setelah semua tamu sudah pulang, saya tanpa sengaja mendengar percakapan papa dan mama yang berada dikamar. Papa berkata, “Anak-anak sudah bersusah payah, saya rasa ini adalah hadiah paling berharga yang engkau terima selama bertahun-tahun ini.”

“Sayangku” mama dengan lembut menjawab, “Kado ini memang sangat berharga. Tetapi, bukan kado yang paling bagus. “

Papa bertanya lagi: “Lalu, kado yang paling bagus yang engkau terima adalah kado apa?”

Mama berkata, “Kado pada ulang tahun saya yang ke-30 sebuah pita rambut, yang dibelikan oleh Richard.”

Ketika mendengar sampai disana, airmata hangat saya mengalir.

NILAI BAGUS SEBUAH KADO ATAU HADIAH BUKAN DILIHAT DARI HARGANYA..NAMUN TERSIMPAN MAKNA YANG MENDALAM BAGI YANG MENERIMANYA.

Source : erabaru (hui/ch)

Tuesday, January 3, 2012

7 KEAJAIBAN DUNIA YANG SESUNGGUHNYA

Murid-murid sebuah sekolah menengah pertama di Chicago sedang belajar tentang 7 Keajaiban Dunia. Di akhir pelajaran, para murid diminta untuk membuat daftar apa saja yang mereka anggap sebagai 7 Keajaiban Dunia.

Meskipun ada beberapa pendapat yang berbeda, hasil yang paling banyak menunjukkan bahwa 7 Keajaiban Dunia adalah: 1. Piramida terbesar di Mesir 2. Taj Mahal di India 3. Grand Canyon di Arizona 4. Terusan Panama 5. The Empire State di New York 6. Basilika Santo Petrus 7. Tembok besar China.

Sambil mengumpulkan daftar tentang 7 Keajaiban Dunia tersebut, sang guru memperhatikan seorang siswI, seorang gadis yang pendiam. Gadis ini masih sibuk dengan daftarnya, jadi sang guru bertanya apakah dia mempunyai masalah dengan tugasnya. Si gadis pendiam ini menjawab,

"Iya, ada sedikit masalah. Saya bingung menentukan 7 Keajaiban Dunia karena ada begitu banyak keajaiban di dunia ini."

Gurunya menjawab, "Baik, katakan pada kita daftar yang kamu punya, dan mungkin kita dapat membantu."

Si gadis sedikit ragu, lalu membaca daftar yang ia punya, "Saya rasa 7 Keajaiban Dunia adalah: 1. Bisa menyentuh 2. Bisa berbicara 3. Bisa melihat 4. Bisa mendengar (Dia kembali ragu, lalu kembali berbicara..) 5. Bisa merasa 6. Bisa tertawa 7. Dan bisa mencintai"

Ruang kelas itu sunyi seketika, bahkan semua orang bisa mendengar bila ada koin yang terjatuh di ruangan tersebut.

Kisah ini sedikit mengingatkan kita bahwa kadang hal-hal kecil dan terlihat biasa adalah hal terindah yang kita miliki.

Kita lupa untuk bersyukur akan apa yang kita punya, sedangkan di luar sana banyak orang yang tidak dapat mendengar, buta, tidak dapat tertawa karena dirundung duka, serta perang yang terjadi di mana-manapun menunjukkan kurangnya kita mencintai sesama.

Bersyukur pada hal-hal kecil akan membuat kita menghargai apa yang kita miliki. Membuat dunia terasa indah dengan cinta dan kedamaian adalah keajaiban yang tidak pernah kita sadari.

SO..BE THANKFUL TO GOD FOR EVERYTHING HE HAS GIVEN FOR US!

Source : kapanlagi.com (inspirasipagi.imeldafm)

Monday, January 2, 2012

WAJAH SEORANG MALAIKAT

Andrew dipenjara di kamp konsentrasi Nazi di perbatasan Polandia, ketika itu dia berusia 12 tahun. Mereka sekeluarga adalah orang Yahudi, kedua orang tuanya telah dibunuh oleh Nazi.

Andrew kecil ketika teringat kematian tragis orang tuanya merasa sangat sedih dan putus asa dia sering menangis. Walaupun usianya masih kecil, tetapi dia sangat tahu orang-orang Yahudi yang berada di kamp konsentrasi ini tidak ada seorangpun dapat keluar dari sana dalam kondisi hidup-hidup.

Mereka jika tidak dikirim ke kamar gas tentu akan dikirim ke tiang gantungan akan dieksekusi, kematian hanyalah soal waktu saja. Oleh sebab itu dia merasa putus asa, dia ingin menyusul ibu ayahnya, tetapi pada kenyataannya, mati di tempat yang seperti neraka ini tidaklah mudah.

Pada suatu sore dimusim dingin, didalam kamp konsentrasi sangat dingin, baju Andrew yang tipis dan compang camping sama sekali tidak bisa menahan angin yang menembus sampai ke tulang sumsum. Dia pergi ke lapangan rumput yang berada diselatan untuk berjemur matahari.

Pada saat ini dia melihat keluar dari pagar kawat berduri. Di jalan kecil ada seorang gadis yang berkepang dua sedang berjalan dan bernyanyi. Gadis kecil ini kira-kira seumuran 8-9 tahun. Bola matanya hitam dan besar, pipinya yang merah, bulu mata yang lentik, kelihatannya sangat cantik, ketika dia melihat Andrew kecil yang sedang gemetar, dia menghentikan langkah kakinya, matanya yang besar memandang Andrew dengan terkejut.

Andrew dipandang demikian menjadi malu, lalu menundukkan kepalanya, akan beranjak dari sana. Gadis kecil ini memanggilnya, “Hai, engkau dipenjarakan di tempat ini? Andrew mengangukkan kepalanya.

Gadis itu berkata lagi, “Lalu dimana ayah ibumu?”

Bola mata Andrew menjadi merah, gadis kecil ini melihat gelagat tersebut tidak tahu harus berbuat apa, dengan tergesa-gesa dia segera menghibur,

“Jangan menangis, jangan menangis, saya akan memberikan anda permen.”

Sambil berkata demikian gadis kecil ini dari sakunya mengeluarkan sebuah permen diberikan ke tangan Andrew.

Keesokan harinya pada waktu yang sama, Andrew pergi ke pagar kawat berduri, dia melihat gadis itu telah berdiri disana menunggunya, ketika dia mendekat, gadis ini memberikan kepadanya sebuah permen. Seterusnya selama beberapa hari, gadis itu tetap berada disana menunggunya, memberikan kepadanya sebuah permen.

Ketika malam hari akan tidur Andrew dengan diam-diam dia akan memakan permennya, permennya terasa manis, manis sampai kedalam hatinya.

Walaupun sudah tertidur, didalam mimpinya dia bermimpi bertemu dengan gadis cantik yang bernama Annie ini. Seiring dengan waktu, didalam hati mulai timbul rasa hangat yang belum pernah dirasakan, dia kembali mempunyai semangat hidup lagi, dia sering berkata kepada dirinya bahwa gadis kecil ini adalah seorang malaikat yang diutus Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya.

Pada suatu malam, tiba-tiba Andrew terbangun dari tidurnya, dia melihat tentara NAZI mendorong mereka semua masuk ke dalam mobil truk, disekelilingnya suara tangisan membuat suasana sangat kacau.

Andrew lalu berpikir, gawat, mereka pasti akan digiring ke kamar gas atau tiang gantungan, hatinya sangat kalut, lalu dia melarikan diri, dia harus ke pagar, harus mengucapkan perpisahannya kepada malaikatnya. Tetapi hanya beberapa langkah dia berlari, dia telah dikejar oleh para tentara, serta dengan gagang senapang memukulnya hingga pingsan.

Sangat beruntung ketika mereka sedang digiring ke mobil truk, tentara sekutu menyerang dan menyelamatkan mereka semua.

Tidak terasa 20 tahun telah berlalu, Andrew sekarang telah pindah ke Amerika, dan bekerja sebagai pengacara di sebuah biro hukum, berkat kerja kerasnya dia menjadi pengacara yang terkenal di New York. Yang mengherankan adalah walaupun dalam kariernya dia sangat sukses, tetapi sampai sekarang dia masih bujangan

Banyak orang yang memperkenalkan gadis-gadis kepadanya tetapi dia sama sekali tidak tertarik dan menolak, didalam hatinya hanya ada gadis kecil Annie. Dia pernah kekota kecil itu mencarinya, tetapi para tetangganya mengatakan dia telah pindah entah kemana.

Pada suatu hari Mrs Robert, istri bossnya ingin memperkenalkannya dengan seorang gadis. Dikarenakan tidak dapat menolak, dengan terpaksa dia pergi ke ruang tamu Mr. Robert dia melihat ada seorang gadis manis dengan senyum yang hangat sedang berada disana. Mrs. Robert memperkenalkan mereka, gadis ini bernama Jennifer, dia adalah seorang imigran dari Polandia, sekarang mengajar kimia di sebuah sekolah swasta di New York.

Andrew setelah mendengar gadis ini adalah imigran Polandia, hatinya tergetar. Mereka berdua mulai mengobrol. Kelihatannya Andrew dan Jennifer dapat mengobrol dengan akrab. Dua bulan kemudian Andrew mengundang Jennifer bertamu ke rumahnya.

Setelah Jennifer berada dirumah Andrew, Andrew membawa Jennifer mengelilingi rumahnya, ketika Jennifer duduk di ruang tamu, dia melihat ada sebuah album photo. Dia membuka album tersebut didalamnya tidak ada sebuah photopun yang ada hanya kertas permen yang berwarna-warni, dalam keadaan linglung Jennifer melihat album photo ini.

Andrew tiba dihadapannya dan mengambil album tersebut dengan perasaan yang mendalam, tangannya dengan lembut mengelus kertas-kertas permen tersebut. Lalu dengan lembut menceritakan kepada Jennifer tentang asal usul kertas-kertas permen tersebut. Dia berkata selama 20 tahun ini, dia selalu dalam mimpinya memimpikan malaikat didalam hatinya ini. Dia juga bercerita dia pernah pergi ke kota kecil tersebut mencari Annie tetapi dia telah pindah dari sana.

Siapa tahu setelah mendengar cerita Andrew, dengan mata tercengang Jennifer memandang kepada Andrew serta berkata,

“Apa, engkau adalah anak lelaki kecil yang berada di pagar kawat duri yang memandang keluar tersebut?”

Jennifer berhenti sebentar, dengan wajah merona melanjutkan :

“Saya adalah gadis kecil yang bernama Annie tersebut, Annie adalah nama panggilan saya sewaktu kecil.”

"Sepuluh tahun yang lalu saya pindah dari kota kecil Polandia ke Amerika, saya masih ingat ketika itu engkau berdiri dipagar kawat berduri sedang menggigil kedinginan, oh Tuhan… engkau masih menyimpan kertas-kertas permen ini, saya sangat terharu.”

Ucapannya ini membuat Andrew tergetar, lalu dia memegang kedua bahu Jennifer dan bertanya dengan suara gemetar,

”Benarkah engkau Annie, malaikatku?” Jennifer mengangguk-anggukkan kepalanya, Andrew dengan terharu memeluk dengan erat Jennifer, airmatanya menetes dengan deras, dengan suara terbata-bata berkata,

“Terima kasih Tuhan, akhirnya Engkau membiarkan saya menemukan malaikat saya!”

Seperti apa sih wajah malaikat itu?

Wajah malaikat itu seperti seseorang asing yang tiba-tiba menolongmu di jalan…seseorang yang berbagi makanan denganmu, sekalipun ia juga sedang kelaparan…seseorang yang memberikanmu segelas susu, saat kau meminta air putih…seseorang yang tak melihat warna kulitmu, juga berapa uang di sakumu saat mengajakmu bermain…seseorang yang mungkin tubuhnya gemuk, kurus, rambutnya panjang atau pendek, atau bahkan tak memiliki rambut sebatang pun…seseorang yang selalu memberikan senyuman manisnya, di saat kau marah dan berteriak padanya...seseorang yang memberikan jaketnya saat melihat kau kedinginan, dan menyelimutimu agar kau tetap hangat…seseorang yang memberikan separuh tempat duduknya, agar kau bisa duduk bersamanya.

Iya..seseorang yang terkadang hadir di hidupmu melalui sosok seorang musuh, teman, kekasih, keluarga, bahkan orang yang mungkin pernah membuatmu kecewa. Sulit sekali melihat mereka dengan mata tertutup. Tetapi percayalah mereka ada di tempat dimana kau ingin melihatnya.

SESUNGGUHNYA TUHAN BISA MEMAKAI SIAPA SAJA UNTUK MENJADI MALAIKAT DALAM HIDUP KITA. DAN SEMOGA DI TAHUN 2012 INI KITA BISA MENJADI MALAIKAT YANG HADIR DALAM HIDUP ORANG LAIN :) AMIN..

Source : erabaru/inspirasipagi.imeldafm