Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam
membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua,
namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang
berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah
mereka bisa diselesaikan.
Setiap hari, ada saja orang yang datang
bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya
dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan
hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak
heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu
tersohor.
Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan
orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun
menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga
ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya
dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban
dari orang tua tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan lokasi
tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal
orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.
Setelah
masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana
tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering
dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"
Orang
tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu
melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka.
Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya
akan membantu kamu dengan senang hati."
"Mudah saja. Saya hanya
ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum
menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan,
saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan
kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.
Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."
Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"
"Bukan
tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu.
Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu
sebentar."
Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu.
Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol
tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan
yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi
menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan
halaman di luar sambil membawa sendok ini."
"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.
"Sudah,
jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam
lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan
kemudian pergi.
Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.
Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"
Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."
Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."
Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.
Orang
tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas,
banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"
Pemuda
itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu
hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."
"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.
Sang
pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus
memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."
Dengan
senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu
cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang
seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi
tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat
melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak
patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga
dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang
bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok
ini."
Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di
balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan
kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di
balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah
rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"
Pemuda
itu benar-benar salut atas kebijaksanaan dari orang tua itu. Ia sungguh
puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia
cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua
jempol kepada orang tua tersebut.
JANGAN MENGORBANKAN KEINDAHAN HIDUP HANYA UNTUK MELIHAT SISI JELEKNYA. SELALU ADA HAL POSITIF YANG BISA KITA AMBIL. JADILAH ORANG YANG MELIHAT SETITIK TERANG DI DALAM KEGELAPAN.
Source : Kim Regina (kisahmotivasihidup.blogspot.co.id)
Saturday, October 24, 2015
Friday, October 9, 2015
HUTANG KEPADA ANAK-ANAK KITA
Kita
selalu berhutang banyak cinta kepada anak-anak. Tidak jarang, kita
memarahi mereka saat kita lelah. Kita membentak mereka padahal mereka
belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan. Kita membuat
mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita
kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka. Mereka
akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya, menghibur kita
dengan tawa kecilnya, menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya.
Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa
sebelumnya. Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski
seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan. Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.
Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka? Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita. Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri. Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka, "Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan. Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Tuhan tak berkenan. Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya. Lebih baik dari sebelumnya."
Fahd Pahdepie
Sydney 2015
Source : kisah-renungan.blogspot.co.id
Wednesday, December 17, 2014
SO, DON'T QUIT!
Di
dalam kehidupan ini, Tuhan telah menyediakan begitu banyak kesempatan
yang dapat kita pergunakan. Ada beberapa orang yang menganggap remeh
tindakan yang harus diambil dan juga usaha yang harus dibayar, namun
pada akhirnya menyesal karena tidak melakukannya. Hanya sedikit orang
yang mempunyai keyakinan dan iman sambil terus bekerja sampai ia
mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Kehidupan yang selama ini ia
impikan.
Winston Churchill, perdana menteri Inggris yang sangat dikenal, pernah tinggal kelas pada saat kelas enam sekolah dasar. Steven Spielberg dikeluarkan dari sekolah menengah atas dan tidak pernah kembali ke bangku sekolah. Bahkan sempat ditawarkan masuk sekolah luar biasa. Albert Einstein mendapatkan angka-angka yang jelek pada waktu bersekolah sampai-sampai gurunya meminta dia untuk berhenti sekolah karena dinilai tidak akan berhasil. Tokoh-tokoh besar tersebut mempunyai catatan yang mungkin lebih buruk daripada kita, namun kegagalan itu membuat mereka bangkit dan berhasil, karena karakter mereka yang pantang berhenti.
Seringkali komitmen terhadap sukses yang ingin diraih diuji oleh tantangan kehidupan. Sikap pantang menyerah adalah salah satu yang jelas membedakan antara sang juara dan sang pecundang. Kegagalan sering kali menghantui, sehingga kita tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Tapi percayalah, apa pun hasilnya pasti lebih baik dibandingkan jika kita menyerah. So, don't quit!
SEORANG JUARA ADALAH KETIKA IA MAU BANGKIT DARI SETIAP KEGAGALANNYA.
Source : Renungan Harian kita
Winston Churchill, perdana menteri Inggris yang sangat dikenal, pernah tinggal kelas pada saat kelas enam sekolah dasar. Steven Spielberg dikeluarkan dari sekolah menengah atas dan tidak pernah kembali ke bangku sekolah. Bahkan sempat ditawarkan masuk sekolah luar biasa. Albert Einstein mendapatkan angka-angka yang jelek pada waktu bersekolah sampai-sampai gurunya meminta dia untuk berhenti sekolah karena dinilai tidak akan berhasil. Tokoh-tokoh besar tersebut mempunyai catatan yang mungkin lebih buruk daripada kita, namun kegagalan itu membuat mereka bangkit dan berhasil, karena karakter mereka yang pantang berhenti.
Seringkali komitmen terhadap sukses yang ingin diraih diuji oleh tantangan kehidupan. Sikap pantang menyerah adalah salah satu yang jelas membedakan antara sang juara dan sang pecundang. Kegagalan sering kali menghantui, sehingga kita tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Tapi percayalah, apa pun hasilnya pasti lebih baik dibandingkan jika kita menyerah. So, don't quit!
SEORANG JUARA ADALAH KETIKA IA MAU BANGKIT DARI SETIAP KEGAGALANNYA.
Source : Renungan Harian kita
Monday, December 15, 2014
JANGAN TERBURU-BURU
Seorang ibu yang baru saja pulang dari kantor tiba-tiba memarahi anaknya . Sambil berteriak-teriak setengah histeris, ibu itu menanyakan pekerjaan di rumah yang belum sempat diselesaikan oleh si anak. Setelah lelah karena seharian beraktivitas, karuan saja si anak kemudian membalas teriakan ibunya dengan nada tinggi pula. Selidik punya selidik, ternyata si anak telah menyelesaikan tugasnya, namun adiknya mengacaukan semuanya. Ibu yang tadinya histeris itu menyadari kesalahannya, namun ia sudah sulit untuk minta maaf, karena anaknya sudah terlanjur sakit hati dimarahi ibunya seperti itu.
Ketika kita terburu-buru melakukan sesuatu, seringkali yang kita hasilkan adalah sebuah persoalan baru. Memilih pekerjaan terburu-buru karena tergiur dengan iming-iming fasilitas, memilih teman hidup terburu-buru karena status dan harga diri, justru seringkali malah menjerumuskan kita ke dalam sebuah lubang persoalan baru. Hasil yang didapat, justru melenceng jauh dari yang diharapkan. Parahnya, kita sangat sulit keluar dari lubang itu, karena terlanjur terperosok semakin dalam.
Jangan pernah terburu-buru membuat keputusan yang penting, jika tidak ingin terperosok ke dalam kesulitan lain. Ketahuilah bahwa Tuhan adalah pemegang kedaulatan atas waktu. Ketika kita sabar menantikan jawaban-Nya atas pergumulan kita, hasilnya pasti di luar perkiraan kita, dan pastinya kita malah bisa menyelesaikan persoalan yang ada, bukannya menambah masalah baru.
TERBURU-BURU MEMBUAT KITA TIDAK DAPAT BERPIKIR DENGAN JERNIH. BERSIKAP TENANG DAPAT MEMBUAT ANDA MEMPERTIMBANGKAN SEGALA SESUATUNYA DENGAN HATI-HATI.
Source : Renungan Harian Kita
Ketika kita terburu-buru melakukan sesuatu, seringkali yang kita hasilkan adalah sebuah persoalan baru. Memilih pekerjaan terburu-buru karena tergiur dengan iming-iming fasilitas, memilih teman hidup terburu-buru karena status dan harga diri, justru seringkali malah menjerumuskan kita ke dalam sebuah lubang persoalan baru. Hasil yang didapat, justru melenceng jauh dari yang diharapkan. Parahnya, kita sangat sulit keluar dari lubang itu, karena terlanjur terperosok semakin dalam.
Jangan pernah terburu-buru membuat keputusan yang penting, jika tidak ingin terperosok ke dalam kesulitan lain. Ketahuilah bahwa Tuhan adalah pemegang kedaulatan atas waktu. Ketika kita sabar menantikan jawaban-Nya atas pergumulan kita, hasilnya pasti di luar perkiraan kita, dan pastinya kita malah bisa menyelesaikan persoalan yang ada, bukannya menambah masalah baru.
TERBURU-BURU MEMBUAT KITA TIDAK DAPAT BERPIKIR DENGAN JERNIH. BERSIKAP TENANG DAPAT MEMBUAT ANDA MEMPERTIMBANGKAN SEGALA SESUATUNYA DENGAN HATI-HATI.
Source : Renungan Harian Kita
Wednesday, December 10, 2014
BERPIKIR
Berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri (self-talk). Kita dapat berbicara dengan diri sendiri dengan penuh kebebasan. Ketika berbicara dengan orang lain, orang lain dapat menghentikan pikiran kita. Misalnya, bila kita merasa malu, ditolak, atau ditegur. Tetapi tidak ada orang lain yang mengetahui pikiran kita. Kita dapat berpikir setinggi langit atau sejauh dasar bumi. Hanya kita sendiri yang dapat mengontrol pikiran kita.Bagaimana kita dapat berpikir dengan efektif?
Think deeply. Kita perlu belajar untuk berpikir secara mendalam. Berpikir secara mendalam berarti memikirkan perkara yang penting dalam hidup seperti perkara rohani. Banyak orang mengesampingkan perkara rohani walaupun perkara rohani lebih penting daripada perkara jasmani. Orang yang bijaksana adalah orang yang berpikir secara mendalam tentang hidupnya.
Think creatively. Kita perlu belajar untuk berpikir kreatif. Jangan hanya menerima atau mengikuti pendapat orang lain. Kembangkan daya pikir yang kritis dan kreatif. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan.
Think differently. Kita perlu terbuka pada perubahan. Cara hidup dan
kebiasaan yang kurang baik perlu diubah sehingga kehidupan kita bisa
menjadi lebih efektif.
THINK DEEPLY. THINK CREATIVELY. THINK DIFFERENTLY.
Source : Renungan Harian Kita
Tuesday, November 25, 2014
KEKUATAN PIKIRAN DAN PERKATAAN
Mari kita renungi, mungkin sering kita ucapkan atau setidaknya kita
sering mendengar suatu ungkapan. Ungkapan tersebut berbunyi : “Ah, uang
dari mana untuk membelinya?” Perkataan ini keluar saat orang tersebut
merasa tidak punya uang untuk membeli kebutuhannya. Ada juga yang
mengatakan, “Bukannya tidak mau mengkuliahkan anak, tetapi uang dari
mana?” Dan berbagai ungkapan senada lainnya. Apakah ini menjadi
masalah?
Tentu saja. Ada beberapa implikasi dari ungkapan ini yang sebenarnya tidak baik untuk keberhasilan kita. Jika terus saja kita mengucapkan kalimat seperti ini, bisa jadi akan menghambat keberhasilan kita dalam hidup.
Pertama , kita mendahului ketentuan Tuhan. Kata siapa kita tidak akan punya uang terus? Boleh saja kita tidak memiliki uang saat ini, tetapi bukan berarti tidak akan punya uang selamanya. Bisa saja besok atau lusa kita akan mendapatkan uang. Bisa saja Tuhan sudah merencanakan rezeki buat kita, kita tidak pernah tahu.
Kedua , jika dilihat dari segi Hukum Daya Tarik, kalimat tersebut tidak mencerminkan proses penerimaan. Bagaimana Anda bisa menarik apa yang Anda inginkan jika Anda tidak dalam kondisi menerima?
Ketiga , melemahkan motivasi. Jika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak akan mendapatkannya maka kita akan kehilangan motivasi untuk mendapatkan keinginan kita. Meskipun, Anda boleh berkata bahwa itu hanya basa basi, tetapi pikiran bawah sadar kita tidak mengetahui apakah itu basa basi atau serius.
Ungkapan tersebut sama dengan kita mengubur harapan kita sendiri. Meski hanya sebagian harapan kita yang terkubur, tetap saja memberikan kontribusi dalam mengurangi motivasi diri kita.
Mulai sekarang, marilah kita lebih memperhatikan apa yang kita katakan. Ucapan, perkataan, perbincangan, dan pikiran kita mempengaruhi keberhasilan kita. Sadar atau tidak sadar, tetapi hal ini terjadi. Alangkah baiknya jika kita ganti dengan kata-kata yang lebih positif.
Misalnya: Suatu saat saya pasti akan mendapatkannya, saya yakin saya akan bisa membelinya, dan berbagai kalimat positif lainnya yang memberikan harapan positif kepada kita.
PIKIRAN SERTA UCAPAN KITA BENAR-BENAR SANGAT KUAT, KARENA ITU KITA HARUSLAH WASPADA SAAT BERBICARA. SEMAKIN BERHATI-HATI KITA BERBICARA MAKA AKAN SEMAKIN BAIK.
Source : http://inmotivasi.blogspot.com
Tentu saja. Ada beberapa implikasi dari ungkapan ini yang sebenarnya tidak baik untuk keberhasilan kita. Jika terus saja kita mengucapkan kalimat seperti ini, bisa jadi akan menghambat keberhasilan kita dalam hidup.
Pertama , kita mendahului ketentuan Tuhan. Kata siapa kita tidak akan punya uang terus? Boleh saja kita tidak memiliki uang saat ini, tetapi bukan berarti tidak akan punya uang selamanya. Bisa saja besok atau lusa kita akan mendapatkan uang. Bisa saja Tuhan sudah merencanakan rezeki buat kita, kita tidak pernah tahu.
Kedua , jika dilihat dari segi Hukum Daya Tarik, kalimat tersebut tidak mencerminkan proses penerimaan. Bagaimana Anda bisa menarik apa yang Anda inginkan jika Anda tidak dalam kondisi menerima?
Ketiga , melemahkan motivasi. Jika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak akan mendapatkannya maka kita akan kehilangan motivasi untuk mendapatkan keinginan kita. Meskipun, Anda boleh berkata bahwa itu hanya basa basi, tetapi pikiran bawah sadar kita tidak mengetahui apakah itu basa basi atau serius.
Ungkapan tersebut sama dengan kita mengubur harapan kita sendiri. Meski hanya sebagian harapan kita yang terkubur, tetap saja memberikan kontribusi dalam mengurangi motivasi diri kita.
Mulai sekarang, marilah kita lebih memperhatikan apa yang kita katakan. Ucapan, perkataan, perbincangan, dan pikiran kita mempengaruhi keberhasilan kita. Sadar atau tidak sadar, tetapi hal ini terjadi. Alangkah baiknya jika kita ganti dengan kata-kata yang lebih positif.
Misalnya: Suatu saat saya pasti akan mendapatkannya, saya yakin saya akan bisa membelinya, dan berbagai kalimat positif lainnya yang memberikan harapan positif kepada kita.
PIKIRAN SERTA UCAPAN KITA BENAR-BENAR SANGAT KUAT, KARENA ITU KITA HARUSLAH WASPADA SAAT BERBICARA. SEMAKIN BERHATI-HATI KITA BERBICARA MAKA AKAN SEMAKIN BAIK.
Source : http://inmotivasi.blogspot.com
Thursday, October 16, 2014
NASEHAT PALING BERHARGA DARI MENDIANG CHARLIE CHAPLIN KEPADA PUTRINYA
Charlie Chaplin (16 April 1889 – 25 Desember 1977) adalah seorang aktor komedi Inggris multi-talent yang
sangat terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih.
Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.
Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.
Di usianya yang sangat dini Chaplin sudah mulai berakting dari panggung ke panggung dalam pertunjukan komedi Music Hall.
Sampai kemudian Chaplin bergabung dengan kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno, yang membawanya mengenal seorang produser film bernama Mack Sennett yang terkesan dengan akting Chaplin.
Sennett lalu mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Boleh dikatakan inilah awal karir Chaplin di dunia perfilman sekaligus mengenal teknik pembuatan film.
Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin :
Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini.
SEBUAH PESAN TERAKHIR DARI SANG AYAH YANG MENGINGATKAN PUTRINYA UNTUK SENANTIASA BERBAGI DAN RENDAH HATI, KARENA TIDAK SEMUA ORANG MEMILIKI NASIB SEBERUNTUNG ANAKNYA.
Source : apakabardunia.com
Selain berakting Chaplin juga memiliki kemampuan menyutradara, menulis naskah, sekaligus mengisi ilustrasi musik di film-film produksinya sendiri. Masa kecilnya yang dekat dengan kemiskinan dan kemelaratan tidak lantas menjadikannya patah semangat.
Chaplin kecil pernah tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Bersama saudara perempuannya Sydney Chaplin, Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.
Sampai kemudian Chaplin bergabung dengan kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno, yang membawanya mengenal seorang produser film bernama Mack Sennett yang terkesan dengan akting Chaplin.
Sennett lalu mengontrak Chaplin untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Boleh dikatakan inilah awal karir Chaplin di dunia perfilman sekaligus mengenal teknik pembuatan film.
Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin :
Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.
Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah.
Duduklah dan bacalah surat ini... aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggaan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa.
Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.
Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku.
Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London.
Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya.
Aku juga merasakan bahwa uang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.
Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu.
Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.
Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari mereka".
Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu.
Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu.
Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu.
Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuilah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.
Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu.
Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam menipu.
Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain.
Dan aku akhiri suratku ini dengan,
"Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan".
Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini.
SEBUAH PESAN TERAKHIR DARI SANG AYAH YANG MENGINGATKAN PUTRINYA UNTUK SENANTIASA BERBAGI DAN RENDAH HATI, KARENA TIDAK SEMUA ORANG MEMILIKI NASIB SEBERUNTUNG ANAKNYA.
Source : apakabardunia.com
Subscribe to:
Posts (Atom)




